Di sisi jenazah ibu, satu anak di antara sepuluh anak yang menangis bercerita tentang pisang: Ibu selalu menjinjing sesisir pisang pada setiap sore, melangkah agak terburu di jalan desa, lalu meliuk masuk …
Cerpen : Dua Belas Kebijaksanaan oleh Ida Fitri
”Aku dibesarkan dengan hikayat para prajurit berkuda Mongol yang membakar buku-buku di Rumah Kebijaksanan dan membuang abunya ke sungai Tigris, yang membuat air sungai itu berubah hitam,” ujarku kepada Tuan Aiyubi, pendongeng…
Cerpen : Cengkung oleh Tim Harian Kompas
Ketenangan pagi di kampung Lubuk Tampui serentak pecah oleh teriakan keras Mat Boneh. Lelaki bujang tua itu berlari tunggang langgang dari arah sawah Tanjung Raya. Wajahnya pucat pasi seperti baru berjumpa hantu…
Cerpen : Hujan yang Hangat oleh Tedy Heriyadi
Hujan seperti inilah persis di saat kau terlahir ke dunia ini dengan tangisan yang membentuk paduan suara bersama gemercik air yang jatuh. Dalam tangis, kau merasakan kehangatan ketika hujan dalam pangkuan ayahmu…
Cerpen : Mek Mencoba Menolak Memijit oleh Rizqi Turama
Karena sudah tiga hari berturut-turut mendapatkan mimpi yang sama, Mek memutuskan untuk bercerita perihal mimpi tersebut pada sang suami. Tentang lelaki berpakaian putih-putih yang mengatakan bahwa Mek akan jadi tukang urut, kemudian…
Cerpen : Minuman buat Para Penyair oleh Gunawan Maryanto
Sederhananya, manusia terdiri dari 3 jenis: penyair baik, penyair buruk, dan bukan penyair. Dan ini semua memang bermula ketika dunia masih begitu sederhana. Ketika dua elang raksasa saling berkejaran di langit yang…
Short Story: Mariana
I don’t know how Mariana, my classmate, could have sat still when the entire classroom bullied her. She stood still when Lan, a polio-ridden boy, hit her upper arm seven times —…
Cerpen : Nanaimo, yang Jauh di Sana oleh Sori Siregar
Nanaimo. Sebuah kota kecil di Kanada. Di sanalah Lili sekeluarga bermukim. Tidak tahu untuk berapa lama. Dengan menggunakan telepon seluler Sutana mengamati foto-foto lama Lili dan teman-temannya di kampus Vancouver Island University…
Cerpen : Budak Cinta oleh Seno Gumira Ajidarma
Ia hanya kelihatan matanya. Apakah yang bisa dilihat dari sepasang mata yang setiap kali mengerjap melesatkan pesona dunia? Begitulah pesona melesat dari mata yang dipandang untuk menelan mata yang memandang, yang langsung…
Cerpen : Sekuntum Bunga Marigold dari Chiang Mai oleh Ni Komang Ariani
Mimpi yang berulang. Bunga Marigold. Candi-candi keemasan berubah warna menjadi merah. Patung setengah manusia dan setengah burung yang bisa bergerak-gerak seolah hidup. Memilin-milin dan tumpang tindih dalam mimpiku sepekan ini. Alur ceritanya…