Saat pintu kamar dibuka dengan sekali dorong, setelah daun pintu itu menyentuh tembok, seekor ulat akan terlihat, diam dengan sedikit meliukkan tubuhnya yang berwarna hitam bergaris kuning memanjang dari ekor ke kepala,…
Cerpen : Wakyat oleh Putu Wijaya
Bu Amat tiba-tiba menodong suaminya. ”Sejatinya Wakyat itu siapa, Pak?” Amat tertegun. Berpikir, lalu menggeleng. ”Bapak tidak tahu.” ”Ah, masak tidak? Kita kan yang memilihnya?” ”Memilih? Memilih siapa?” ”Wakyat.” ”Siapa dia?” ”Pilihan…
Cerpen : Malam Laksmita oleh S Prasetyo Utomo
Tengah malam, dalam pulas tidur, Ayah mengigau, ketakutan, serupa diburu setan. Berteriak-teriak. Tak jelas benar kata-kata yang diteriakkan. Menampakkan rasa ngeri. Laksmita pernah bertanya pada Ayah, mimpi apakah yang selalu menghantuinya. Ayah…
Cerpen : Kari Mak Qori oleh Ayi Jufridar
Sebagai komandan gerilyawan yang disegani, dada Pang Min terasa membara ketika mengetahui Mak Qori memberi makan tentara musuh sebanyak tiga kali sehari, 21 kali dalam sepekan, atau 90 kali sebulan. Perbuatan terlarang…
Cerpen : Dolag Melukis Tuhan oleh Supartika
Si tua bangka Dolag menaruh kanvas lukis berukuran 90 x 50 sentimeter di atas potongan kayu yang disandarkannya pada tembok. Ia pandangi kanvas itu sebelum akhirnya menyeringai, memperlihatkan giginya yang ompong di…
Cerpen : Anak Mercusuar oleh Mashdar Zainal
Ayahku sebuah mercusuar di dekat dermaga. Mercusuar tua bertubuh jangkung, berkemeja putih, dan bertopi coklat tahi karat. Ketika malam sorot matanya masih bekerja dengan baik, menyala dan menelanjangi semesta pantai: kapal-kapal yang…
Cerpen : Kematian Seorang Penerjemah oleh Wawan Kurniawan
Dia tidak akan meneguk racun itu bila peristiwa kemarin tak terjadi. Seminggu sebelumnya, di dalam mimpinya– seorang perempuan berbaju merah dengan rambut panjang sebahu datang menghampirinya di sebuah tepi pantai yang asing…
Cerpen : Sepasang Mata dan Tato untuk Seorang Perempuan oleh Alexander Robert
Ketika jarum tipis mencacah setiap lapisan kulit dan membekukan darah, menyatu dalam warna yang membentuk gambar baru di jangat tubuh. Maka aku tidak ingin engkau bersedih terlalu lama, meskipun kehidupan ini dibangun…
Cerpen : Semangkuk Perpisahan di Meja Makan oleh Miranda Seftiana
Ibu saya bilang perempuan harus bisa memasak. Setidaknya satu menu sepanjang hidupnya. Saya merasa tidak setuju, terlebih ketika hidup sudah nyaris-nyaris mirip di surga urusan lapar dan makan. Betul. Semasa kecil, saya…
Cerpen : Made Adnyana Ole oleh Ahda Imran
Pagi di musim dingin itu aku mencukur habis jenggot dan semua bulu misaiku. Membakar seluruh dokumen, hingga secarik kertas berisi coretan yang paling tak berguna sekalipun. Keluar dari penginapan, aku merasa lega…