Di zaman baheula, ada seorang bromocorah yang divonis hukuman mati. Ulahnya membunuh, menjarah, menyiksa, sangat biadab. Seluruh warga mengutuk dan berdoa supaya bajingan itu cepat mati. Dia dianggap iblis yang memberi isyarat…
Cerpen : Cara-cara Klise Berumah Tangga oleh Novka Kuaranita
Malam itu ia mampir ke kios bunga. Tiga blok ke arah timur dari Stasiun Shin-koenji. Tiga tangkai shiragiku, katanya. Lelaki itu meminta krisan putih. Ia telah merencanakan segala sesuatunya. Sembilan Agustus 2018….
Cerpen : Sepotong Tulang dengan Daging Kering yang Menempel di Sisinya oleh Supartika
Kau tahu? Waktu itu, anak itu masih sangat kecil. Belum bisa bilang mama-papa, dan seharusnya baru bisa bilang ”abaabaaba” walaupun sepanjang aku di sana ia tak pernah mengeluarkan suara atau lebih tepatnya…
Cerpen : Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu? oleh Hamsad Rangkuti
“Tolong ceritakan mengapa kau ingin bunuh diri?” Dia berpaling ke arah laut. Ada pulau di ke jauhan. Mungkin impiannya yang patah sudah tidak mungkin direkat. “Tolong ceritakan. Biar ada bahan untuk kutulis.”…
Short Story: The Ambulance Driver
A woman works as an ambulance driver. She saves lives every single night. Every morning she goes home and crawls into bed happy. But one night something terrible happens. One night the…
Cerpen : Yanusa Nugroho oleh Meutia Swarna Maharani
Terlahir sebagai seorang buta tidaklah begitu buruk. Setidaknya bagiku. Aku masih bisa merasakan hangatnya sinar mentari di permukaan kulitku, juga masih mampu meminta tambah untuk setiap masakan Simbok. Aku tak terlalu menderita….
Cerpen : Dongeng Tarka dan Sarka oleh Yanusa Nugroho
Maka mereka pun hanya membuka telinga badaniah mereka, sebelum mampu membuka yang batin. Mereka–Tarka dan Sarka–mencoba membuka telinga dan menutup lisan. ”Lakukanlah pekerjaan kalian sebagaimana biasa, namun dengan satu pantangan: jangan berbicara…
Cerpen : Short story: Painting Mania
H e stood in the room of the art museum — the first of its kind in the city — and gazed at the paintings he’d spent his entire life writing about….
Cerpen : Ken Hanggara oleh Ranang Aji SP
Menjelang usia ke-90, aku mulai merasakan kesepian yang sangat. Di dalam ruang jiwaku, kegelapan seolah menyelimuti hidupku yang pahit. Aku tak lagi mengetahui apa pun yang terjadi di dunia ini. Keadaan ini,…
Cerpen : Mayat Masa Lalu oleh Ken Hanggara
Seonggok mayat dirubung lalat di halamanku, persis di bawah pohon nangka. Jauh sebelum itu terjadi, berpuluh tahun lalu, pohon itu tempatku main petak umpet. Setelah agak dewasa, aku jadikan pohon itu sebagai…