Ketika saya terbangun, pesawat baru saja memasuki wilayah Hongaria, dan pada waktunya nanti pasti akan mendarat di Amsterdam. Inilah pekerjaan saya sebagai penerbit: menerbitkan buku, mengusahakan terjemahan, memasarkan buku di negara-negara Eropa,…
Cerpen : Kau Tidak Harus Menanggung Beban dari Seluruh Kejadian di Dunia Ini oleh Yetti A.KA
Kakakku tiba-tiba menelepon. Ia bilang, terjadi tabrakan beruntun di depan rumahnya. Aku katakan kalau aku juga punya masalah. Bulu, seekor kucing Persia yang kuadopsi dua bulan lalu, hilang di dalam kandang. Kakakku…
Cerpen : Bertemu Batu oleh Gde Aryantha Soethama
Bulat sudah tekad lelaki itu pergi ke pegunungan, menembus belantara pohon. Dia sudah jenuh bertemu laut, lelah berjemur di pantai. Sudah dua tahun dia menggali pasir, lalu berbaring membenamkan tubuhnya di lubang…
Cerpen : Bapak oleh Ahimsa Marga
Usiaku baru 8 tahun ketika ibu melarangku mbeksa.*) Padahal baru saja aku bisa naik kendi kosong, mengatur keseimbangannya sambil mbeksa dan memutarnya ke arah delapan mata angin. Tapi kegembiraan bisa menguasai Beksan…
Cerpen : Merah Pedas oleh Wicak Hidayat
Di atas batu, merah terguling. Potongan-potongan cabai dengan kulitnya yang keriput. Satu demi satu terjatuh dalam gerak lambat, memantul pada permukaan yang kasar. Lalu butiran garam yang putih. Beberapa irisan gula merah,…
Cerpen : Segulung Kertas Kecil di Ubi Rebus oleh Martin Aleida
Dia duduk mencangkung di pelataran kamp itu. Bersama puluhan tahanan lain. Menunggu pembebasan. Bersandal jepit. Angin dan terik matahari menyentakkan debu ke mukanya. Dia tak peduli. Di antara pahanya, terapit buntalan sarung…
Cerpen : Sepasang Matryoshka oleh Vika Wisnu
Melalui kotak pesan daring Anna mengonfirmasi ia akan datang dua pekan lagi, yang berarti hari ini. Tidak perlu menyiapkan apa-apa, aku adalah bagian dari keluarga, bukan tamu istimewa, tulisnya gede rasa. Memang…
Cerpen : Lelaki yang Menderita bila Dipuji oleh Ahmad Tohari
Mardanu seperti kebanyakan lelaki, senang bila dipuji. Tetapi akhir-akhir ini dia merasa risi bahkan seperti terbebani. Pujian yang menurut Mardanu kurang beralasan sering diterimanya. Ketika bertemu teman-teman untuk mengambil uang pensiun, ada…
Cerpen : Suatu Ketika di Ruang Gawat Darurat oleh Des Alwi
Tidak mudah membedakan rintihan kesakitan dan erangan kematian. Apalagi dalam ruangĀ gawat darurat yang dipenuhi pasien-pasien kritis. Mendengarkan rintihan sambil menahan sakit tentu lebih susah. Terlebih lagi jika badan tidak bisa digerakkan….
Cerpen : Kematian Kedua oleh Aslan Abidin
Lelaki tua itu akhirnya benar-benar meninggal dunia. Jenazahnya ditutupi kain hitam dan diletakkan di atas tikar daun lontar di ruang tengah rumahnya. Sebuah rumah panggung suku Kajang. Orang-orang bersedih melayat mayatnya. Menyingkap…