Jika ingin membunuh seseorang, kontaklah GoKill. (iklan di media sosial) Tahukah dikau rasanya membunuh seseorang yang sedang makan lalampa pada gigitan pertama, tepat ketika potongan ketan berisi ikan itu melewati tenggorokannya? Aku…
Cerpen : Kapotjes dan Batu yang Terapung oleh Faisal Oddang
Pagi ini, saya tidak perlu menebak siapa lelaki sialan yang bakal membayar karcis untuk tubuh saya. Tidak ada lagi bayonet yang memaksa saya membungkuk ke arah Tokyo. Tangsi-tangsi militer telah kosong dan…
Cerpen : Melarung Bapak oleh Dewi Ria Utari
”Kamu harus mendukung pendapatku ketika nanti sampai di rumah. Jangan lupa itu.” Suara kakak pertamaku mengisi kepalaku dan bermukim di sana, bahkan ketika aku terlelap di sela-sela penerbangan 16 jam 45 menit…
Cerpen : Selendang Bidadari Turun Mandi oleh Prasetyohadi
Gerimis menyerpih dari pelepah kelapa tepi jalan menuju puncak Bukit Bulupitu. Langit barat memancar sinar matahari, mencipta pelangi di langit timur. Melengkung setengah lingkaran. Satu kaki pelangi tepat di puncak bukit. Saya…
Short Story: This Town
It’s funny how things never change in this old town. This is one of those places that somehow always manages to float outside of time, where people don’t seem to change: they…
Cerpen : Aroma Doa Bilal Jawad oleh Raudal Tanjung Banua
Apakah doa punya aroma? Setiap kali pertanyaan ini datang menggoda, aku akan teringat seorang tukang doa yang setia di masa kecilku. Entah mengapa, tiap kali mengingatnya, lafaz doa serasa bangkit bersama aroma…
Cerpen : Laki-laki yang Kawin dengan Babi oleh Mashdar Zainal
Setahun silam, menjelang lingsirnya matahari, saat ia memangkas dahan-dahan johar yang tersampir ke atap rumah, seekor babi berlari dari arah utara dan menyeruduk kaki tangga kayu yang ia tunggangi. Tangga kayu itu…
Cerpen : Opera Sekar Jagad oleh Kurnia Effendi
Masih tersisa jejak gondorukem tipis dalam hirupannya di antara bau lembap pakaian kotor. Kantung plastik besar bertuliskan nama toko itu menghimpun aneka busana, termasuk kaus perempuan dan kerudung. Punya siapa? Ia tak…
Cerpen : Boko oleh Tim Harian Kompas
Putu Wijaya Pulang dari pangkalan, Boko membereskan peralatan ketoprak dibantu istrinya. ”Ada yang beli, Pak?” ”Tidak. Dua porsi aku makan sendiri daripada basi.” ”Sudah tiga bulan, kok, begini terus?” ”Orang-orang bingung ketika…
Cerpen : Saat Ayah Meninggal Dunia oleh Djenar Maesa Ayu
Saat itu tamu-tamu, baik saudara maupun kerabat dekat ayah sudah mulai berdatangan. Teman-teman saya pun datang dan itu membuat saya heran. Dari mana mereka mendapat kabar? Saya sama sekali belum sempat memberi…