”Kita seperti hidup dalam situasi politik yang ganjil seperti cinta. Tidak bisa dipahami. Layaknya menasihati orang gila jauh lebih mudah daripada menasihati orang yang sedang jatuh cinta,” ujar seniman Agus Noor seusai…
Cerpen : Banjir Kiriman oleh Zainul Muttaqin
”Ikhlaskan kalau memang rumah harus diseret banjir.” Maksan, laki-laki berkumis tebal, menepuk pundak kawannya yang menampakkan wajah murung. ”Kalau air tak kunjung surut, apa tidak mungkin masjid ini juga bisa-bisa ditenggelamkan banjir?”…
Cerpen : Pemesan Batik oleh Muna Masyari
Ditemani kompor kecil bertindih wajan berisi cairan malam, perempuan itu menggores kain putih yang serupa kafan dan dihampar di pangkuan dengan cantingnya. Menggambar pola. Dituntun suara yang memantul dari palung paling rahasia….
Cerpen : Gagal Landing oleh Achmad Supardi
BANYAK orang ingin menyesap kopi di sini. Menikmati harum moka, sebersit kayu manis, sambil melemparkan pandangan pada feri yang berjalan pelan. Dari meja ini—meja untuk dua orang, namun hanya ada aku sendiri—bisa…
Cerpen : Apa Bapak Wafat? oleh Radhar Panca Dahana
Bapak adalah seorang tradisionalis sejati, pengikut ajaran Taman Siswa yang belajar langsung dari Ki Hajar Dewantara. Secara politis, ia mengikuti orientasi ayahnya yang nasionalis tulen ala Tan Malaka, teman seperjuangan sang kakek…
Cerpen : Surat untuk Anak Perempuanku oleh Tenni Purwanti
Sebelumnya aku ingin menyampaikan bahwa aku bersyukur mengetahui bahwa bayi yang kukandung berjenis kelamin perempuan. Bertahun-tahun sebelum aku mengandungmu, teknologi sudah memungkinkan para orangtua mengetahui jenis kelamin anak mereka sebelum mereka lahir….
Cerpen : Kisah Amour dan Liberte oleh Tim Harian Kompas
Kami semua sudah cukup lama menunggu, kini pemeriksaan terakhir boarding pass dan paspor. Lima belas menit lagi pesawat siap terbang lintas benua, transit di Doha dan berakhir di Zaventem, Brussels. Sekilas aku menoleh ke…
Cerpen : Sukab dan Corynebacterium diphtheriae oleh Seno Gumira Ajidarma
Mentari emang belon nongol, tapi selewat Subuh suarenye penggorengan di warung Mang Ayat bener-bener meriah, ampe ngebangunin Sukab nyang molor di pojokan. Walow sempet mendusin, Sukab masing ngeringkel kayak ebi garing. Ampe…
Cerpen : Rumah-rumah Nayla oleh Djenar Maesa Ayu
Sudah dua jam setelah Nayla membuka tempat usaha barunya yang dinamai Rumah Nayla. Kedengaran lebih mendekati makna kediaman ketimbang tempat usaha. Dan memang ia tinggal di sana. Sekitar setahun lalu Nayla membeli…
Cerpen : Gelap oleh Seno Gumira Ajidarma
Ketika listrik mati dan ruangan mendadak jadi gelap, ia seperti mendengar suara jeritan seorang perempuan yang panjang, yang kemudian terus-menerus berulang, tanpa bisa diketahui asalnya. Jeritan siapakah itu? Dalam gelap, ia tidak…