Bila ada yang bertanya, siapa makhluk paling kikir di kampung itu, tidak akan ada yang menyanggah bahwa perempuan ringkih yang punggungnya telah melengkung serupa sabut kelapa itulah jawabannya. Semula ia hanya dipanggil…
Cerpen : Laila: Tarian Pengorbanan oleh Zeventina Octaviani
Dua ”bodyguard” mengantarku, satu bertugas merangkap supir. Badan mereka besar-besar. Dari ototnya terlihat bahwa mereka adalah orang-orang terlatih untuk menjagaku. Mereka mengantarku ke sebuah hotel mewah berbintang 5. “Kamar 462. Doakan…
Cerpen : Kunang-kunang dalam Bir oleh Agus Noor, Djenar Maesa Ayu
Di kafe itu, ia meneguk kenangan. Ini gelas bir ketiga, desahnya, seakan itu kenangan terakhir yang bakal direguknya. Hidup, barangkali, memang seperti segelas bir dan kenangan. Sebelum sesap buih terakhir, dan segalanya…
Cerpen : Para Pembongkar Kuburan Massal oleh Veven Sp Wardhana
Malam demikian pekat, hujan begitu lebat ketika kami mendengar suara ayunan benda tajam yang menancap pada entah apa. Banyak yang menyangka itu berasal dari ladang Pak Runci, satu-satunya juru kunci kuburan…
Cerpen : Dodolitdodolitdodolibret oleh Seno Gumira Ajidarma
Kiplik sungguh mengerti, betapapun semua itu tentunya hanya dongeng. “Mana ada orang bisa berjalan di atas air,” pikirnya. Namun, ia memang berpendapat bahwa jika seseorang ingin membaca doa, maka ia harus belajar…
Cerpen : Romansa Merah Jambu oleh K Usman
Bagi Gadis, menyendiri di tepi danau, menunggu seseorang yang pernah berjanji padanya tidak cuma bingung dan termenung. Dia pergi ke tepi danau di tengah hutan setelah usai memanen padi ladang bersama…
Cerpen : Macan Lapar oleh Danarto
Ketika saya membaca SMS dari sahabat saya William John dari California bahwa ia akan datang ke Solo untuk mencari Putri Solo yang gaya berjalannya seperti Macan Lapar, saya terbahak. Ketika ia…
Cerpen : Rongga oleh Noviana Kusumawardhani
Desa yang aneh. Saat warna merah di ujung langit, desa itu senyap. Begitu hening dan pulas. Meski lampu-lampu mulai dinyalakan, nyaris tak ada desah keluar. Suara bisu desir angin yang berbisik di…
Cerpen : Lempuyangan: Seraut Kenangan oleh Sungging Raga
Sinyal masuk stasiun dibuka. Kereta kujalankan kembali dengan kecepatan rendah. Tampak Stasiun Lempuyangan detik demi detik semakin membesar, mendekat. Orang-orang sudah berbaris di jalur dua. Kecepatan kereta berangsur-angsur kuturunkan selepas melewati…
Cerpen : Tukang Obat Itu Mencuri Hikayatku oleh Herman RN
Suatu malam dia datang ke rumahku. Dia memperkenalkan dirinya sebagai pengelana yang berasal dari jauh. Katanya, ia datang ke kampung kami untuk mengadu nasib sebab di kampungnya dia tidak memiliki apa-apa…