Dewa Made Dinaya sudah menduga di mana ia akan berakhir. Di tempat ini dengan posisi seperti ini. Inilah alasan mengapa Dinaya dulu selalu menolak untuk meneruskan sekolahnya. Betapapun ia menyukai ilmu…
Cerpen : Di Kaki Hariara Dua Puluh Tahun Kemudian oleh Martin Aleida
Sudah enam puluh tahun hariara itu tegak di pekarangan belakang sekolah itu. Walau usia sudah mengelupas kulit batangnya, namun dia tetaplah yang paling menjulang di antara pepohonan yang ada di sekeliling….
Cerpen : Mata Sayu Itu Bercerita oleh Guntur Alam
Mata sayu itu banyak bercerita. Walau kami sekali pun belum pernah bertegur sapa, apalagi berbincang-bincang bak kawan lama. Ia selalu duduk di sana, di meja paling pojok. Sering kali ia menyandarkan kepalanya…
Cerpen : Raja Kuru oleh Yanusa Nugroho
Lampu minyak bergoyang perlahan, tersapu angin kemarau. Apinya berkebit-kebit, bahkan pada saat tertentu nyaris padam. Malam pekat di luar sana, namun juga sepekat kabut yang menyelimuti perasaan Duryudana. Karna. Nama itu…
Cerpen : Orang Bunian oleh Gus tf Sakai
”Masih adakah orang bunian itu, Ayah?” Si lelaki mengalihkan pandang, menatap nanap ke mata putrinya. Mata yang bertahun-tahun berusaha ia kenali, tapi selalu ada kabut yang menutupi. Mata sejernih itu. Mata…
Cerpen : Janji oleh R Yulia
Ini sepenggal cerita yang kupunya, dari serpih-serpih masa silam yang tersisa. Cerita tentang seorang lelaki bermata surya. Penuh dengan muatan energi. Juga, nyalang dan kejam.Lelaki yang dengannya aku pernah menghabiskan sepersepuluh…
Cerpen : Menjaga Perut oleh Adek Alwi
Laila tidur tak bergerak di sofa ruang tengah. Napasnya halus, lunak. Dadanya bak tak beriak. Wajahnya bersih, putih. Atau, pucat? Tidak. Kulit Laila memang putih dan saat tidur mukanya kelihatan semakin…
Cerpen : Kue Gemblong Mak Saniah oleh Aba Mardjani
Masdudin jengkel melihat istrinya terbahak sampai badannya berguncang-guncang seperti bemo yang tengah menunggu penumpang. ”Apanya yang lucu Asyura?” Pertanyaan itu tak serta-merta membuat Asyura berhenti terkekeh. Khawatir makin jengkel dan penyakit…
Cerpen : Ada yang Menangis Sepanjang Hari… oleh Agus Noor
Tangisan itu seperti kesedihan yang mengapung di udara. Menyelesup ke rumah-rumah kampung pinggir kota itu. Karena hampir setiap hari mendengar orang menangis, maka para warga pun tak terlalu peduli. Tapi ketika…
Cerpen : Balada Sang Putri di Gubuk Hamba oleh Wayan Sunarta
Senja warna kencana ketika putri jelita itu tiba di pesanggrahan hamba. Tiga angsa seputih bunga kamboja mengiringinya. Angsa-angsa ini tak mau kutinggal di puri. Selalu ingin mengikutiku ke mana pergi,” ucapnya….