Menurut Anda, bagian tubuh manakah yang paling penting? Saya yakin, tak mudah untuk langsung menjawab. Tetapi, bila hal itu ditanyakan kepada nenek saya, serta-merta ia akan bilang, ”Kaki!” seraya mengangkat sebelah kaki,…
Cerpen : Nima oleh Aba Mardjani
Sobri bersiul. Jari-jari tangannya yang kasar terus menjelajahi lekuk-lekuk tubuh Arni. Gadis berusia enam tahun itu sesekali tertawa cekikikan. Kadang terdengar teriaknya, ”Jangan keras-keras, Pak!” Sobri tertawa. Kadang menggelitik ketiak bocah…
Cerpen : 15 Hari Bulan oleh Hasan Al Banna
Di usia yang sudah condong ke barat—begitu Uwak Bandi menggelar masa tuanya—tak ada lagi angan-angan untuk kaya. Menunaikan rukun Islam kelima adalah mutiara keinginannya sebelum ruhnya diraut maut. Uwak Bandi mengerti,…
Cerpen : Hantu Nancy oleh Ugoran Prasad
Kebon Sawah dipaksa mengingat, pernah di salon itu, duduk di depan meja rias dan menemukan bayanganmu sendiri artinya kamu akan segera ditangani. Nancy akan menghampirimu, berdiri di belakangmu, embus napasnya lembut mencapai…
Cerpen : Suatu Pertemuan oleh Rifan Nazhif
Kami duduk berhadap-hadapan di dalam sudako—angkutan kota berwarna kuning—yang melintasi Jalan Sisingamangaraja XII Medan. Dia membisu, asyik membaca majalah wanita yang taksiranku baru dibeli. Masih wangi kertas dari percetakan. Aku mencoba-coba…
Cerpen : Phantasmagoria oleh Satiagitaya
Phantasmagoria adalah berbaurnya rentetan gambar, citra, figur-figur yang menipu penglihatan, sampai kita susah membedakan mana nyata mana tidak nyata. Tanata berdiri di pinggir jalan di depan rentetan toko-toko, kafe, butik, melihat…
Cerpen : Laila oleh Putu Wijaya
Menangis tidak selamanya tanda kelemahan. Tapi istri saya tidak bisa menafsirkan lain, ketika melihat kucur air mata Laila. ”Ada apa lagi Laila,” tanya istri saya. ”Kok nangis seperti sinetron, kapan habisnya?”…
Cerpen : Pengantar Tidur Panjang oleh Eka Kurniawan
Aku muncul di rumah menjelang subuh. Tak berapa lama kemudian adik perempuanku juga muncul. Ia membuka pintu sambil menangis, ”Bapak sudah meninggal?” ”Belum,” kataku. ”Kata dokter sudah.” Setelah melihat Bapak masih hidup,…
Cerpen : Sebuah Rencana Hujan oleh Sungging Raga
Hujan turun begitu lebat. Nalea belum bisa pulang. Ia berteduh di sebuah pos ronda tua, sepatunya sudah basah lebih dulu akibat berlarian di jalan tadi, ia membuka sepatunya lalu meletakkannya di…
Cerpen : Mugiyono oleh Gunawan Maryanto
Namanya Mugiyono. Biasa dipanggil Enek, mungkin penyimpangan bunyi dari Ono, aku tak tahu pasti. Sejak aku lahir ia telah dipanggil Enek. Badannya besar, selebar dan setinggi daun pintu. Tapi wajahnya seperti…