Mereka hanya muncul malam hari. Peri-peri pemetik air mata. Selalu datang berombongan— kadang lebih dari dua puluh—seperti arak-arakan capung, menjinjing cawan mungil keemasan, yang melekuk dan mengulin di bagian ujungnya. Ke…
Cerpen : Gelap, Gelap Sekali oleh Wilson Nadeak
Gelap di luar dan hening di dalam. Dengus napas istriku teratur. Lampu tempel sudah kumatikan. Hanya dingin malam yang menyeruak dari celah dinding bambu membuat aku menarik selimut melewati dada. Sesekali suara…
Cerpen : Nyekar oleh Hamsad Rangkuti
Pagi itu aku keluar dari kamar hotel. Aku menguap. Aku masih setengah mengantuk. Aku jalan pagi di kota kecil itu. Kutemukan sebuah tata kota lama khas Jawa, sebuah alun-alun di depan tempat…
Cerpen : Penari Hujan oleh Noviana Kusumawardhani
”Aku akan selalu ingat kamu saat hujan.” ”Kenapa?” ”Karena kita sering menari bersama hujan.” ”Hanya itu alasanmu?” ”Bukan, karena kamu perempuan hujan.” ”Maksudmu?” ”Hujan dan kamu adalah cintaku…” Lelaki itu datang dari…
Cerpen : Lelaki dari Neraka oleh Eep Saefulloh Fatah
Tiba-tiba saja lelaki itu menyeruak masuk lagi ke dalam hidupku. Suara baritonnya di ujung telepon pagi ini membuatku sesak napas sekaligus membuyarkan hari yang semestinya lapang dan ringan ini. Kami berjumpa…
Cerpen : Dua Perempuan di Satu Rumah oleh AS Laksana
Sampai tiba hari kematiannya, Oktober 1984, Seto sudah melakukan enam perbuatan tak pantas, memecahkan tempurung lutut anak buahnya yang berkhianat, dan menulis 37 puisi yang menyedihkan. Ia ditembak mati pada dini…
Cerpen : Taman Patah Hati oleh Eka Kurniawan
Benar kata orang, lebih mudah menikah daripada bercerai. Dan lebih mudah mengatakan cinta daripada memutuskan tali asmara. Paling tidak begitulah yang dipikirkan Ajo Kawir. Ia harus mengeluarkan ongkos untuk pergi bersama…
Cerpen : Bayangan Darah oleh Yanusa Nugroho
Setelah semua perkelahian ini, lalu apa? Setelah perseteruan ini, lantas apa? Masih adakah yang tersisa ketika kita habiskan seluruh kebencian dan sakit hati ini? Ataukah kita memang dilahirkan untuk saling bunuh?…
Cerpen : Ayat Keempat oleh Joni Syahputra
Niat Syahbuddin maju sebagai calon anggota DPRD di Kabupaten Solok disambut hangat keluarga besarnya. Bagi mereka, itu adalah awal kebangkitan sejarah. Kali pertama anggota keluarga mereka mengajukan diri sebagai calon wakil…
Cerpen : Malam Kunang-Kunang oleh Rama Dira J
Merekalah bocah-bocah yang selalu bahagia. Jika malam tiba, mereka akan berlari-lari girang, mengejar-ngejar dan menggapai-gapai kunang-kunang yang berkerlap-kerlip melayang-layang serupa sebaran serbuk cahaya. Mereka jugalah bocah-bocah yang menghadirkan tawa dan canda…