Bila suatu waktu nanti, Tuhan berketetapan bahwa kalian harus berada di Lubuklinggau atau Musirawas (entah karena bus kalian yang transit, atau kunjungan khusus, atau memang akan tinggal menetap), maka perlu rasanya…
Cerpen : Tukang Cuci oleh Mardi Luhung
Perkenalkan. Namaku Tukang Cuci. Pekerjaanku tukang cuci. Hidupku tukang cuci. Dan sebagai tukang cuci, aku mencuci semua yang perlu untuk dicuci. Biar bersih. Biar cling. Tak ada daki. Tak ada kotoran….
Cerpen : Naomi oleh Berto Tukan
Naomi. Telah bertahun-tahun ia hilang dari keseharian desa kami. Kabar terakhir yang terekam di memori kami adalah tenggelamnya seorang remaja pria belasan tahun bersama perahu ayahnya. Seperti anak-anak lelaki lain di desa…
Cerpen : Hari Ketika Calon Presiden Datang ke Kota Tamaulipas oleh Erskine Caldwell
Kereta khusus calon presiden seharusnya tiba dari Monterey pada pukul sembilan, dan diharapkan untuk masuk ke stasiun pada pukul sebelas. Semakin ke barat, relnya berada dalam kondisi yang buruk, tetapi Jenderal…
Cerpen : Di Bangku Taman oleh Agus Dwi Putra
Taman ini tidak pernah berubah. Daun ketapang yang berserakan di sepanjang trotoar, burung gereja yang terbang menyongsong pagi, sapaan hangat pengunjung pada saat bertemu pandang, masih sama seperti yang pernah kurekam…
Cerpen : Tiada Darah di Lamalera oleh Martin Aleida
Gigil laut utara menggiring kami kemari, ke Laut Sawu yang hangat dan biru begini. Langit begitu rendah. Seperti hendak rebah. Lengkungnya sesekali disaput semburan air yang tegak lurus meniti dalam hembusan…
Cerpen : Pieter Akan Mati Hari Ini oleh Denny Prabowo
Sejak mercon itu meledak di benteng Zeelandia1, aku tahu, hidup Pieter tak akan lama lagi. Derap langkah kuda serdadu kompeni yang melintasi depan rumahku serupa dengus napas sang maut. Bau kematian….
Cerpen : Malam Pertama Calon Pendeta oleh Gde Aryantha Soethama
Karena pendirian Ni Krining yang kukuh dan tulus terus-menerus, Aji Punarbawa perlahan-lahan melunak juga. Ia menerima, kendati tak rela, dan bingung, bagaimana mungkin seorang istri setia mendesak suami kawin lagi? Jangan-jangan…
Cerpen : Tiga Sajak yang Menari di Kepala oleh Puteri Soraya Mansur
Hatiku makin tak menentu ketika diriku memasuki menit-menit sebuah upacara sakral. Pernikahanku. Tiba-tiba aku sudah terduduk di depan kaca, tak mampu hentikan jemari perias pengantin yang dengan leluasa memoleskan bubuk halus warna-warni…
Cerpen : Memburu Mata Kera oleh S Prasetyo Utomo
Hasrat Aji menembak mata kiri induk kera itu kian menggoda. Mata kanan induk kera telah dibutakan dengan peluru senapan angin. Tenang sekali Aji saat membidik induk kera di dahan pohon rambutan, tepat pada mata kanannya. Anak kera terperosok dari dekapan induk kera. Terguling…