“Ma… maling! Maling!” Aku berteriak tertahan. Kerongkongan terasa kelu. Dadaku berdegup kencang. Aku melangkah patah-patah mengikuti segerombolan orang yang terus berteriak. “Maling! Maling!” “Telanjangin!” “Hajar aja!” “Bakar!” Beberapa lelaki mencekal, memukul, menendang,…
Cerpen : Senja di Taman Ewood oleh Sungging Raga
SATU Akan selalu ada wanita-wanita yang menangis kala menikmati senja di taman ini. Dan mereka tak butuh alasan untuk melakukannya, menitikkan air mata ketika cahaya merah terlihat dari hamparan penuh rerumputan, pohon-pohon,…
Cerpen : Sesaat Sebelum Berangkat oleh Puthut EA
Aku menutup kembali pintu lemari pakaian. Isak tangis tertahan masih terdengar dari luar kamar. Tanganku meraih daun pintu, menutup pintu kamar yang terbuka sejengkal. Suara tangisan tinggal lamat-lamat. Aku berjalan pelan menuju…
Cerpen : Pesan Pendek dari Sahabat Lama oleh Indra Tranggono
Aku telah kehilangan dia mungkin sekitar 30 tahun, sejak kerusuhan di Ibu Kota itu meletus dan nyawa-nyawa membubung bagai gelembung- gelembung busa sabun: pecah di udara, lalu tiada. Waktu itu, di tengah…
Cerpen : Infini oleh J Angin
Inilah Senin pertamaku benar-benar hidup sebagai pensiunan. Memang resmi bulan lalu aku gantung dasi, tetapi biasanya masih ada telepon berulang kali menanyakan ini-itu dari para mantan bawahan, atasan, dan penggantiku. Hari ini…
Cerpen : Sepasang Ular di Salib Ungu oleh Triyanto Triwikromo
Akhirnya setelah mencicipi sihir James Bond Martini di balkon The Coogee Bay Hotel yang disaput dingin dan asin angin, Margareth Wilson, yang kupastikan berjalan sambil tidur, membaca juga nubuat tentang perahu kencana…
Cerpen : Rumah Amangboru oleh Hasan Al Banna
Belakangan, tak mudah bagi Haji Sudung membongkar timbunan peristiwa silam di bilik kenangannya. Peristiwa-peristiwa tak ubah barang rongsokan. Semacam lempengan-lempengan besi tua yang menelungkup dan berkarat. Ya, usia begitu tangguh menyusutkan tubuh,…
Cerpen : Peti Ayah dan Tiga Puluh Satu Tahun Setelah Itu oleh Farizal Sikumbang
Tiga puluh satu tahun silam, dari tahun kutulis cerita ini, aku memang ingat, tanpa sengaja, ayah menemukan sebuah peti besi seukuran kardus mi instan. Kala itu ayah menggali tanah di belakang rumah…
Cerpen : Foto oleh Sori Siregar
Gelap datang menyungkup. Lampu padam tiba-tiba. Sepi di luar rumah karena hanya sesekali kendaraan bermotor lewat. Kegelapan seperti ini merupakan hal biasa bagi kota kecil yang terletak di kaki gunung itu. Timisela…
Cerpen : Menanti Kematian oleh Jujur Prananto
”Budiman! Ada kabar gembira! Lamaran kamu diterima! Bulan depan kamu bisa mulai kerja! Dengan gaji pokok per bulan lima-belas juta! Berarti tidak lama lagi kamu bakalan terbebas dari utang-utang kamu. Terbebas dari…