Ketika Ayah meninggalkan tempat permukiman, hanya kulihat punggungnya yang setengah bungkuk. Kemejanya yang lusuh mengandung banyak lipatan, warnanya buram, dan aku tahu itu bukan miliknya. Ia berjalan tidak terlampau cepat, tetapi jarak…
Cerpen : Wanita Berwajah Penyok oleh Ratih Kumala
Dari sepasang garis bibir, sebuah cerita akan sebait ingatan dituturkan: di tempatku ada wanita berwajah penyok. Jika kau selalu berpikir bahwa hidup adalah berkah, maka kau tak akan setuju lagi setelah melihatnya….
Cerpen : Dokumen Jibril oleh Ucu Agustin
AKU terperangah, tengah malam ini Ayah mendatangiku sambil menyanggah. “Saat kamu tak tahu, melesaplah bersama kawah hanya berbekal ini saja,” begitu ucapnya. Sesaat kemudian dia membuka tangannya. Kamu percaya? Sebuah pesan rahasia…
Cerpen : Tarian Terang Bulan oleh S Prasetyo Utomo
Tubuh Ratri bergetar turun dari taksi, mengenakan kruk di bawah ketiak tangan kanan. Memandang sejenak bias purnama di atas gedung-gedung kota lama. Bimbang. Termangu. Menggenggam tanganku. Ratri menyatu dengan cahaya bulan yang…
Cerpen : Warga Kota Kacang Goreng oleh Adek Alwi
Kota kami terletak di dataran tinggi di lereng Gunung Singgalang. Karena itu, hujan dan kabut di sana seolah-olah turun sesukanya. Kadang-kadang pagi, siang, petang atau malam hari. Adakalanya juga dari pagi sampai…
Cerpen : Terompet oleh Isbedy Stiawan ZS
Tidak seperti biasa, Sisi yang meneleponku. Ia memintaku-tentu amat mengharap-agar menemaninya jalan di malam Tahun Baru. Bukan semata karena ia kalau segera kusanggupi, tapi disebabkan Nina. Aku ingin menghiburnya, aku sudah amat…
Cerpen : Sesuatu Telah Pecah di Senja Itu oleh Puthut EA
Mendadak semuanya menjadi begitu penting. Caranya menyingkirkan dengan sabar duri-duri ikan di piringku, suaranya ketika melantunkan doa, wajahnya ketika diam memikirkan sesuatu. Ah, ia selalu seperti itu. Sama dalam hal berpikir atau…
Cerpen : Perempuan yang Keramas Sebelum Tidur oleh Veven Sp Wardhana
Keinginan perempuan itu makin kuat untuk merendamkan diri dalam bathtub justru ketika suaminya mengingatkan agar dia tidak mengeramasi rambutnya karena hari sudah malam. Keramas malam-malam tak bagus untuk kesehatan,” kata suaminya. “Oya?”…
Cerpen : Pelayanan Kudus oleh Bre Redana
Aku mendarat, dan seperti biasa-aku sudah diberi tahu sebelumnya-Joni-lah yang akan menjemputku di airport. Kota tempat tinggal Ros, kakak perempuanku, masih sekitar satu setengah jam dari kota di mana airport ini berada….
Cerpen : Juru Rias dan Seorang Pesolek oleh Kurnia Effendi
Malam beranjak larut, tapi Maharayi masih ingin menyelesaikan pekerjaannya. Ia selalu berhasrat mendapatkan hasil yang sempurna. Setelah menggunting rapi alis lelaki gagah yang terbaring dalam tidur abadi itu, ia akan merias wajah…