Dalam hening waktu aku tidak mau diganggu. Lepas subuh aku mengambil saat teduh dan mencoba merenungkan sesuatu dan membiarkan pikiran, hati, dan kalbuku mengembara. Kurasakan suatu suasana gairah bertemu dengan Sang Tuhan…
Cerpen : Suara oleh Martin Aleida
Agaknya tak ada lagi yang tersisa. Semua sudah dia lakukan untuk membuat suaranya berpetunang, suara yang bagaikan ditumpangi roh yang bisa menambat dan mempesona hati pendengarnya. Tak dia pedulikan apa kata orang….
Cerpen : Roti Tawar oleh Kurnia Effendi
Setangkup roti tawar yang tersaji di meja makan menampakkan lelehan pasta selai kacang. Itu kombinasi yang paling kugemari. Meskipun ada pilihan lain, seperti selai nenas, stroberi, atau keju lembut. Dalam seminggu aku…
Cerpen : Persahabatan Sunyi oleh Harris Effendi Thahar
Di sebuah jembatan penyeberangan tak beratap, matahari menantang garang di langit Jakarta yang berselimut karbon dioksida. Orang-orang melintas dalam gegas bersimbah peluh diliputi lautan udara bermuatan asap knalpot. Lelaki setengah umur itu…
Cerpen : Emas Sebesar Kuda oleh Ode Barta Ananda
“Lai1), Mis?!” Sabe meneriakkan tanya sehabis menyelam ke arah Simis yang juga baru muncul. Terus mengibas-kibaskan rambut seleher seperti itik baru keluar dari air. Simis tak peduli. Dia kembali membenamkan tubuh ke…
Cerpen : Pemintal Kegelapan oleh Intan Paramaditha
Semasa kecilku Ibu selalu berkisah tentang hantu perempuan yang menghuni loteng rumah kami. Dulu aku ketakutan setengah mati sehingga kusembunyikan kepalaku di balik bantal bila malam tiba. Meski begitu, tidak ada yang…
Cerpen : Pemintal Kegelapan oleh Intan Paramaditha
Semasa kecilku Ibu selalu berkisah tentang hantu perempuan yang menghuni loteng rumah kami. Dulu aku ketakutan setengah mati sehingga kusembunyikan kepalaku di balik bantal bila malam tiba. Meski begitu, tidak ada yang…
Cerpen : Daun-daun Waru di Samirono oleh Nh Dini
Matahari bersinar lembut. Tadi malam hujan yang mendadak menyiram bumi Mataram membikin orang-orang kaget namun berlega hati. Kemarau tiba-tiba terputus sejenak walaupun mungkin akan diteruskan selama dua atau tiga bulan mendatang. Seingat…
Cerpen : Barbie & Monik oleh Teguh Winarsho AS
Berkedip-kedik kelopak mata Lasmi, menahan silau matahari pagi. Sekarang cabe merah di panggung kian terasa berat setelah berjalan hampir tiga kilo meter. Butir-butir keringat terus menetes di seputar wajah, membuat bedaknya luntur…
Cerpen : Petang Panjang di Central Park oleh Bondan Winarno
Entah sudah berapa kali Taka bangkit dari duduknya di bangku taman itu. Bangku yang terbuat dari batu alam utuh, dipahat menjadi balok panjang yang nyaman diduduki. Semak-semak rhododendron di belakang bangku itu…