Pagi berhujan di dusun itu amat baik untuk keduanya. Ini membuat aliran air lebih deras menuju ke hilir. Setiap rakit bambu bisa melaju lebih kuat, cepat, tanpa harus mendorong atau menariknya. Pekerjaan…
Cerpen : Surga di Telapak Kaki Bapak oleh Zainul Muttaqin
MISDIN baru pulang mencangkul, seorang diri beban keluarga ia pikul. Keringat membasuh tubuh, wajahnya tampak lusuh. Laki-laki berbadan kurus itu mengelap keringat, tiba-tiba saja kepada istrinya ia teringat. Sudah lama istrinya meninggal,…
Cerpen : Lelaki di Rumah Susun Itu oleh Tanti Kuben Koko
SUDAH cukup lama aku tinggal di rumah susun ini. Sejak pernikahanku yang kandas dengan lelaki tidak bertanggung jawab itu lima tahun lalu, aku masih tinggal di sini bersama dua anakku. Anak-anakku sekolah…
Cerpen : Kayu Milik Hutan oleh Intan Soraya
Suara jangkrik dan binatang malam lainnya mulai terdengar. Aning mengerjapkan matanya, mencoba fokus, tapi yang ia lihat hanya kegelapan. Apa mati lampu, ya? pikirnya. Seingat Aning, kasur di kamarnya begitu empuk. Namun,…
Cerpen : Akhir Perjumpaan di Bawah Rindang Pohon oleh Arif Billah
Berbicara dengan sebuah pohon talok di belakang rumah telah menjadi kebiasaan sehari-hari Bu Sahati. Rahman hampir tak pernah mempermasalahkan kebiasaan ibunya, malahan dia seperti mencoba untuk memaklumkan kebiasaan tersebut walau kadang-kadang terlihat…
Cerpen : Telepon Rumah Bikin Resah
SEBUAH telepon rumah berhasil membuat geger warga satu kelurahan! Begitulah bunyi headline salah satu akun berita online yang bertengger di lini masa Instagram-ku suatu pagi. Alih-alih mengabaikannya karena bisa saja hanya hoaks seperti berita-berita lain yang mengerubungi…
Cerpen : Musapang dan Telur Cicaknya oleh Syafiq Addarisiy
SAYA tidak memaksa kalian untuk percaya bahwa sekitar satu setengah jam lalu, sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit, mata Musapang semembara biji besi panas yang hendak meleleh sedang mulutnya membentuk huruf O…
Cerpen : Penghibur Acara Orang Mati oleh Bagus Dwi Hananto
Oleh BAGUS DWI HANANTO — Begitu tiba di acara pemakaman, aku menangis sejadi-jadinya. Instruksi yang ditekankan kepada kami adalah bahwa siapa menangis paling baik dapat memperoleh bayaran yang menjanjikan. Indikator menangis yang…
Cerpen : Istirahat oleh Ayu Febriana
Angin sore menyapu kulit wajahku yang lengket akibat rembesan air mata yang mengering. Pucuk batang ilalang bergoyang-goyang menikmati semilir embusan angin. Kebaya ungu yang melekat di tubuhku tampak mencolok di antara susunan…
Cerpen : Dilema oleh Kak Ian
TUJUH bulan sudah sejak ia jatuh dari kamar mandi. Sejak itu pula ia tidak bisa jalan dengan sempurna. Lebih tepatnya kedua kakinya sudah tidak bisa difungsikan seperti biasanya untuk berjalan kembali. Akhirnya…