Dewi Sri begitu sangat tekunnya mengiris tempe tipis-tipis. Sekuatnya rasa kantuk ditahan yang tentu tetap konsentrasi dengan pisau dalam irisan demi irisan tempe agar sama tipisnya. Gadis manis yang berambut panjang itu…
Cerpen : Tamu Dini Hari oleh Ketut Sugiartha
Suta berkemas hendak meninggalkan gedung kesenian kota yang masih berdenyut selepas tengah malam. Ia minta maaf kepada teman-temannya yang masih asyik berbincang karena mendahului pulang dengan alasan, besok pagi ia harus mudik…
Cerpen : Merah Sungai Danube oleh Hash Mimi
Izmail, 22 Desember 1790, pada masa perang Russo-Turkish. IVAN Itenberg mendongak. Kepalanya pusing setiap kali melihat ke atas Benteng Izmail, yang tinggi menjulang, lebih tinggi dari awan. “Haa, di sini kita menunggu…
Cerpen : Dini Beribu Ular oleh Farizal Sikumbang
”Ibuku ular, ibuku ular…” teriak Dini berlari menghambur ke luar kelas. Seisi ruangan riuh. Ada yang tertawa terbahak. Tapi, ada juga yang diam saja. Aku lantas memasang wajah tajam dan memandangi murid-muridku…
Cerpen : Bunga-bunga Beracun di Rok Lipit Retno oleh Cindy Wijaya
”Amin!” Merpati memulai Lentera Djiwa di pojokan gedung kaca dengan doa. Dan kau datang tepat saat kata amin terucap dari mulutnya, sengaja terlambat demi menghindarkan diri ikut serta dalam renungan pagi wajib…
Cerpen : Kedai Kopi Mahli oleh Ilham Wahyudi
MAHLI Rumi memiliki sebuah kedai kopi kecil yang terletak di kompleks Apartemen Kalibata City. Tepatnya di Tower Akasia. Mahli berumur tiga puluh lima tahun, unitnya di lantai ke-11 yang dia beli sekitar…
Cerpen : Rahasia di Rubanah oleh Eko Setyawan
”Cepat lari ke kamar. Cepat. Kalau tidak, kita akan ketahuan oleh mereka!” Aku gegas menuju kamar yang dimaksud oleh Mei dengan penuh kekhawatiran. Kami beriringan berjarak beberapa langkah saja. Mei berlari tak…
Cerpen : Emas oleh Yin Ude
Mencari kerang di siang hari adalah siksaan bagi Hatimah. Ia tak tahan terik. Dan seperti kali ini, dalam jongkoknya mencungkil pasir pantai surut ia menangis diam-diam. Hanya itu cara ia melampiaskan kepedihan…
Cerpen : Rindu Ibu dan Gagasan yang Menyertainya oleh Bagus Dwi Hananto
SITUASI ini tidak terbayangkan bagi Jung-hwa. Di hadapannya ada seonggok tubuh orang yang selama ini selalu dia takuti, terbaring di atas genangan darah. Keringat sejagung-jagung meleleh dari pelipis Jung-hwa. Tidak seharusnya aku…
Cerpen : Akibat Bergosip di Polindes oleh Yonetha Rao
Oleh YONETHA RAO — Di Desa Naijuf, tak ada tempat lebih nyaman bagi para mama untuk bergosip daripada teras pondok bersalin desa atau polindes. Selain karena sejuk oleh rindangnya pepohonan dan lantai…