Hidup ini singkat belaka. Setelah lewat masa muda yang penuh warna, masa tua lekas merenggut, menyeret kita ke gerbang maut. Berapa lamakah sesungguhnya kita benar-benar hidup? Seribu bulan atau hanya sehari? AKU…
Cerpen : Apakah Langit Akan Biru Hari Ini? oleh Rizqi Turama
Fitri baru akan menikmati langit di siang menjelang sore hari itu ketika suara mertuanya terdengar mendeham. Sebagaimana petir yang datang tiba-tiba, begitulah suara dehaman itu terdengar oleh Fitri. Langit yang biru di…
Cerpen : Ulang Tahun Sophia oleh Nuzul Ilmiawan
HARI ini adalah hari yang indah. Pagi disambut seruan matahari yang muncul dari timur, memancarkan Bumi dengan percikan kebahagiaannya melalui cahaya kuning yang membakar rumput-rumput dan daun-daun pohon. Musim panas telah tiba….
Cerpen : Mei 1998 oleh Eli Rusli
Rabu, 20 Mei 1998 TANGAN kanan Pak Dadang, dosen mata kuliah Analisa Laporan Keuangan sedang menari-nari di atas whiteboard, ketika terdengar suara-suara lantang melalui pengeras suara merobek suasana perkuliahan pagi. Jarum jam…
Cerpen : Lelaki yang Melukis Awan oleh Musyafa Asyari
Suasana yang awalnya hening dan senyap kini berubah menjadi semakin kencang dan bergelombang. Puluhan hingga ratusan orang di desa, setelah menyembunyikan laki-laki yang mereka ikat di sebuah tiang, para pria berbondong-bondong membawa…
Cerpen : Gadis Minang dan Bunga Sakura di Kepalanya oleh Anugrah Ghani
Pernahkah kalian mendengar kelas Bahasa? Ya, kelas Bahasa yang ada pada jenjang SMA. Kelas yang dianggap kurang brand-nya. Tentu, karena kebanyakan di antara mereka akan memilih kelas IPA. Tetapi, gadis 16 tahun itu…
Cerpen : Marda Sinclair oleh Baron Yudo Negoro
SEPUCUK surat terbaring di bawah kaki pintu. Marda memungutnya pada petang hari, setelah lelah mondar-mandir menyusuri lorong rumah sakit, merawat luka puluhan prajurit akibat serangan udara Jerman. Ia lalu membacanya sambil terbaring…
Cerpen : Paman Gordi oleh Yoga Zen
Oleh YOGA ZEN — Pada hari ketika Paman Gordi meninggal, semua orang di rumahku sepakat bilang kepada pelayat bahwa ia jatuh di kamar mandi. Hanya sebatas itu. KETIKA mereka bertanya lebih lanjut…
Cerpen : Juru Tangis dalam Tiga Babak oleh Ade Mulyono
Sudah seminggu Mak Yanti berjuang melawan penyakit kanker yang menggerogoti tubuhnya. Ia tahu ajal sudah di tenggorokannya. Dengan sisa napasnya yang tinggal satu tarikan lagi, ia mengumpulkan semua anggota keluarganya. Di hadapan…
Cerpen : Di Meja Makan, Rhien Menyajikan Rindu oleh Dody Widianto
LANGIT di luar serupa jidat kakek renta. Ia melihat dari jendela kaca dapur di sebelahnya, warna abu-abu keperakan tanpa warna biru dalam lipatan-lipatan tak beraturan, seolah malaikat senja sedang malas menyetrika. Mungkin…