SETIAP subuh sebelum orang-orang kampung pergi melaut dan ke kebun, Pastor Ola sudah berada di taman bunga persis depan gereja, membersihkan lalu merawat aneka bunga layaknya tubuhnya sendiri. Memindahkan batang-batang bunga yang…
Cerpen : Ridwan Merebut Dunianya oleh Supartika
Ketakutan terbesar Ridwan dalam hidupnya adalah menjadi buta. Ia selalu membayangkan kebutaan sebagai sesuatu yang menyiksa dan menakutkan. Semua yang dimiliki, semua yang diinginkan akan hilang dan tak berguna lagi. Hanya hitam,…
Cerpen : Rumah Potong oleh Muram Batu
SEJAK tidak ditinggali manusia lagi, rumah itu hanya dihuni oleh seekor anjing. Warna dindingnya yang dulu merah menyala kini telah bercampur hitam, seperti darah kotor. Tak ada yang berani melihat ke sana,…
Cerpen : Antara Desa dan Kota oleh Baron Yudo Negoro
AHMAD Malik, 22 tahun, adalah seorang petani dengan badan ramping berotot akibat kesehariannya yang mencangkul tanah subur. Cokelat kulitnya disebabkan terbakar terik, sementara keriting rambutnya terlihat basah. Kabar buruk yang ia simpan…
Cerpen : Yang Membayar Utang Piutang oleh Yoffie Cahya
SUATU sore di bulan Ramadan, saya kedatangan seorang tamu, yaitu Hamdi, teman dekat yang sudah lama tak pernah bertemu. Ya, sejak ia dan keluarganya pindah ke Garut, kurang lebih empat puluh tahunan…
Cerpen : Lonceng Gereja oleh Jagad Wijaksono
Herman memutuskan untuk pulang dari perjalanan panjangnya setelah sekian lama. ** Dalam perjalanan pulang, kepala Herman dipenuhi oleh bayangan sosok istri dan anaknya. Ia mencoba mengingat-ingat kapan terakhir kali ia berkumpul bersama…
Cerpen : Pohon di Tengah Telaga oleh Imam Wahyudi
Mimpi itu mendatangimu setiap malam. Membuat jiwamu seperti dialiri kedamaian dan kesejukan yang tak pernah kau rasakan selama ini. Ah, mengapa pagi begitu cepat menyibak malam. Kau berharap agar siang yang kerontang…
Cerpen : Tung Piong oleh Elvan De Porres
Dia pulang dari pesta pernikahan itu dengan kondisi setengah mabuk. Berjalan kaki. Tembakau gulung di tangan. Mata sedikit kunang-kunang. CEKIK atau tikam?” seseorang yang mengawasinya bertanya ke temannya. ”Gorok? Baik.” Tiba-tiba pisau tuak…
Cerpen : Rumah di Sebelah Sekolah oleh Sunaryo Broto
LAGU kebangsaan Indonesia Raya karangan WR Soepratman terdengar jelas. Bangunlah jiwanya/ Bangunlah badannya/ Untuk Indonesia Raya…. Lagu yang bersemangat menyentuh jiwa patriotisme. Sang Saka Merah Putih berkibar tertiup angin dan para siswa…
Cerpen : Macan oleh Putu Wijaya
SETELAH enam puluh tahun, harimau yang sempat tersekap itu gentayangan kembali. Rasa pedih derita yang berhasil disembunyikannya dulu, kini menuntut dibayar. Maka di mana ada kesempatan, dia membuka mulutnya. Mula-mula hanya…