PAGI itu, ketika segala aktivitas baru akan dimulai, Gondek yang sudah bangun dari tidur dan sedang berdiri di depan rumah, dikagetkan dengan kemunculan dua orang berpakaian hitam mengenakan penutup wajah secara tibatiba….
Cerpen : Kebun Binatang oleh Kiki Sulistyo
KALAU saja aku tak telanjur berjanji kepada Amita, aku tak akan berada di sini, di kebun binatang ini. Cuaca sedang panas-panasnya sehingga, walaupun masa liburan sudah hampir habis, antrean di pintu masuk…
Cerpen : Merpati di Bumi sang Nabi oleh M. Shoim Anwar
Payung-Payung besar itu menyerupai pohon-pohon kurma yang kering, merekah bergantian seperti jamur. Tanah gersang mulai digoreng matahari. Sebentar lagi, saat ratusan peneduh di depan dan samping masjid itu paripurna, kipas-kipas di pilar…
Cerpen : Pengasingan ke Jawa oleh Ita Siregar
Lima belas menit sudah kami menunggu di kantor Tuan Metzler. Ruang kerja tiga kali tiga meter itu terasa sejuk karena selain langit-langit yang tinggi, udara leluasa keluar-masuk melalui lubang angin di bagian…
Cerpen : Sumur Pandan oleh Sekar Mayang
KALAU biasanya mulut sumur itu bulat, kali ini bentuknya kotak. Kalau biasanya mulut sumur berada di ketinggian berbeda dengan permukaan tanah, sumur dalam cerita ini rata, sama tinggi dengan lantai rumput tempatnya…
Cerpen : Dua Kepak Sayap oleh Marisa Rahmashifa
APAKAH aku akan mati? Pertanyaan itu sekonyong-konyong terlontar di usiaku yang masih empat tahun. Aku menunggu jawaban Ayah. Entah, ia mendengarku atau tidak. Kuulangi pertanyaan itu sekali lagi. “Ya,” jawabnya ringan. “Setelah…
Cerpen : Bawong Pamit Senja Terbuka oleh Kiki Isbianto
Menderam geram Aya berujar, ”Jagal jahanam kamu, Kak!” Andai mulutnya mampu menganga segigantik rahang paus sperma, sekali caplok, lenyap si kakak seketika. Tapi setelah itu, segera dimuntahkannya. Bagaimanapun jengkelnya Aya pada Evi,…
Cerpen : Hari Kemenangan oleh Azwim Zulliandri
“MATI kau! Meresahkan saja hidupmu. Sudah banyak korban akibat ulahmu.” Sebuah peluru panas menembus betis kiriku. Darah mengucur deras. Aku tak bisa lagi jalan sempurna. Kakiku pincang dibuatnya. Aku meringis kesakitan. Tapi…
Cerpen : Wawancara Raja Kudungga oleh Sunaryo Broto
SORE itu angin bertiup semilir memanjakan para peserta pelatihan jurnalistik mahasiswa di suatu gedung kampus di Samarinda. Saat itu sesi praktik menulis berita dan feature. Jadi peserta bebas mengambil tempat duduk untuk…
Cerpen : Gadis Gandum oleh Dennis Halka
AKU adalah seorang malaikat maut. Ya, benar. Malaikat maut yang itu. Mungkin kedengarannya mengada-ngada, tapi memang begitulah kenyataannya. Bagaimanapun, apakah kau percaya atau tidak, itu terserah padamu. Kau punya hak untuk tidak…