Ini minuman bir bukan sembarang bir. Apalagi kau bandingkan dengan bir yang bisa memabukkan seperti dijual di pasaran. Kehangatan yang ditimbulkan justru membuat badan segar. Terlebih kasiatnya. Rasanya agak pedas, tapi tak…
Cerpen : Ayah Membawa Tubuh Nenek ke Kaki Gunung oleh Kak Ian
AKHIRNYA, tepat di musim semi tiba, kami sekeluarga memutuskan untuk pindah ke Saiko Iyashino Sato Nenba. Desa yang berada di dekat Danau Saiko dan di kaki Gunung Fuji. Bukan itu saja, di…
Cerpen : Sumeleh oleh Aveus Har
Oleh AVEUS HAR — Arjuno klepek-klepek. Sebagai pemuda desa yang menjadi mahasiswa di Jakarta, Arjuno mulanya tidak berminat menonton pertunjukan sintren di lapangan desanya. Hanya agar bapaknya kelak terpilih lagi di pemilihan…
Cerpen : Homo Sapiens-Cosmos I: Manusia yang Berdoa oleh Kurnia Gusti Sawiji
Sepertiga malam temaram. Dari bibir Kakek Doa, doa-doa jatuh sebagai bisikan-bisikan yang mengisi dinding-dinding kusam tempat peribadatan. Duduk bertafakur di atas karpet lusuh bercorak kubah, pria uzur itu menyelami kembali makna hidupnya:…
Cerpen : Pernikahan Setahun oleh Putri Oktaviani
KEGELISAHAN menghantui pikiran Mariah. Suara-suara yang terlontar dari mulut orang tuanya bersarang di gendang telinganya. Suara mereka memekik keras seperti memaki-maki meskipun mereka sudah tidak ada di dunia lagi. Penyesalan selalu dia…
Cerpen : Perajin Kata oleh Ilham Wahyudi
Perajin kata itu akhirnya mati sebelum ia sempat memahat sebuah kata yang ia anggap baru (yang kelak ingin ia tuding miliknya sendiri). Yang paling mustajab bunyi dan baunya; yang ia temui dalam…
Cerpen : Siapa Parkir di Situ? oleh Teni Puji A
“KURANG ajar!” Rustam mengumpat kasar. Mukanya merah padam melihat mobil yang untuk ke sekian kali terparkir di depan pagar rumahnya. “Bu! Ibu!” Rustam berteriak-teriak memanggil istrinya. Masih mengenakan mukena, istrinya tergopoh keluar…
Cerpen : Lelaki yang Ingin Pensiun dari Derita Gila oleh Budi Wahyono
“BARU pulang, Bu, rumahnya mana, Bu, kerjanya apa, Bu, gajinya banyak no Buk. Di rumah sama siapa Bu?” Begitu gaya ia nerocos bicara kalau berhasil menumpang sebuah angkutan dan berjejelan dengan penumpang…
Cerpen : Cinta Buta Amangkurat oleh Ade Mulyono
Malam semakin tua: tinggi dan sunyi. Di peraduannya, Amangkurat belum bisa memejamkan matanya barang sekejap pun. Pikirannya gentayangan. Matanya menyala menjaga rembulan yang sedang berlayar di atas awan. Di bawah cahaya lampu…
Cerpen : Malam Panjang Alina oleh Arie Fajar Rofian
Senja yang jingga perlahan meremang ditelan oleh kelam malam. Azan berkumandang dari salah satu musala di ujung jalan, dilantunkan seorang pria yang terlampau uzur hingga mengharuskannya mengalami jeda berkali-kali, terbatuk-batuk, lalu menarik…