Angin mati pada dini hari. Di bawah tatapan bulan berwajah bulat, seorang lelaki berjalan cepat menelusuri jalan sempit di antara gedung-gedung dan tebing batu cadas yang curam di pinggiran kota Makkah. Namun,…
Cerpen : Siasat Gemblung oleh A Djoyo Mulyono
Mang Daspan Tidak tahu persisnya, bagaimana bisa Baridin anak dari seorang abdi dalem bijaksana itu mau melakoni elmu milik Gemblung yang jelas-jelas dirinya sendiri tidak mampu mengikuti jejak bapaknya. Tidak tahu pula bagaimana persisnya…
Cerpen : Bukit Terang Bulan Itu oleh Andria Septy
PERPUSTAKAAN pribadi di lereng Bukit Terangbulan adalah milik seorang pengusaha termasyhur. Masyarakat umum diperbolehkan berkunjung, tanpa memandang status sosial. Bagi Sander—pemilik perpustakaan itu, semua manusia sama di mata Tuhan. Koleksi literaturnya lebih…
Cerpen : Om Pondik oleh Paskalis Endot
HIDUP memang selalu sederhana bagi Om Lukas. Untuk petani seperti dirinya, impian tak pernah muluk, selain turun hujan, tanaman yang sehat, dan panenan yang cukup untuk kebutuhan keluarganya. Dunia luar dan segala…
Cerpen. : Dimakan Si Kalap oleh Mardi Luhung
INI sebuah cerita. Cerita yang biasa. Sebiasa ketika aku duduk di pos kebun kampung. Kebun yang dikelola oleh warga kampung. Kebun yang memanfaatkan area hijau milik kampung. Kampung tempat kini aku berumah….
Cerpen : Bingkai Kehilangan oleh Sule Subaweh
RUANG itu berubah sangat tergesa-gesa. Ini kesekian kali Narsih mencoba menata ruang-ruang itu seperti ingatannya, tapi kehilangan tak pernah kembali di kamar yang banyak mengaliri kisah dan basah di matanya. Di gawang…
Cerpen : Dua Orang Pendoa oleh Yuan Jonta
Saat menandaskan doanya, dia memberikan tiupan kecil ke mulut botol air mineral. Bibirnya merah hitam karena biasa mengunyah sirih pinang. Bingkai mulutnya kecil dan ia tidak banyak bicara. Aku memercayai kekuatan doanya…
Cerpen : Kepergian oleh Rumadi
HATIMU bergejolak membaca pesan yang dikirim cucumu. Semacam transkrip yang memiliki nilai sempurna. Ia selalu menutup pesannya dengan kalimat, “Aku akan menjadi perwira yang lebih hebat dari ayah dan kakek.” Tangismu berderai….
Cerpen : Mimpi Sebuah Istana oleh Nurillah Achmad
I AKU ingin membangunkan sebuah istana untukmu, Anakku. Bukan gubuk sebagaimana rumah yang selama ini kita tempati. Sebab pada bangunan itu, kau bukan saja mendapati rayap menggerus tiang buluh betung, atau rapuhnya…
Cerpen : Tamu Istimewa oleh Dahri Dahlan
Kabar kedatangan itu seperti dikirim langsung oleh Tuhan. Sahabat lamanya yang kini menjadi konglomerat segera datang ke kampung dan akan berjumpa dengan dirinya yang miskin. Untuk memastikan itu, Samsir segera menemui si…