Subuh pergi dan kabut pelan-pelan menguap. Matahari yang baru muncul merangkulkan cahayanya kepada lekuk dahan serta daun-daun kemboja. Cahaya itu lantas merambati tembok dan menyusup kisi-kisi jendela sehingga semakin menerangi sepojok ruang…
Cerpen : Istri Sempurna oleh Aveus har
Aku sedang mengurus perceraian sekarang dan merasa tidak baik-baik saja meskipun sudah mempertimbangkannya beberapa hari terakhir. Istriku pasti sudah mengetahui bahwa aku akan melakukan ini meskipun aku belum mengatakannya dan meskipun dia…
Cerpen : Agustus Syahdu oleh Rosi Ochiemuh
RIE… akan ada pesta rakyat di kampung kita. Entahlah, apakah dana sumbangan yang didapat panitia lebih banyak dari tahun kemarin, atau dapat dana sponsor dari pabrik atas partisipasi pemiliknya karena gedung produksi…
Cerpen : Hujan Batu di Kepala oleh Rosi Ochiemuh
KEPALAMU sedang dihujani batu. Sakitnya sampai tidak bisa berkata-kata. Semula kamu tidak percaya bahwa batu itu sedang berjatuhan di kepalamu. Setiap malam kamu merasa batu-batu itu menghujani kepala sampai kamu ambruk. Kamu…
Cerpen : Buaian Rahim Patriarki oleh Ni Wayan Wijayanti
”Kembalikan saja jasadku kepada ibu. Ibu Pertiwi. Biarkan angin membawa nafasku kepada bapak. Angkasa yang perkasa. Leburkan jiwaku bersama saudara empat, Catur Sanak. Lalu tinggalkan saja bekasnya, dalam lautan panas ether.” Kau…
Cerpen : Drs. Mandaram oleh Harris Effendi Thahar
Fitri, putri bungsu Pak Man, menyambutnya di pintu pagar sepulang dari salat Magrib dari Masjid Al-Amin tak jauh dari rumahnya. ”Ada tamu laki-laki.” ”Siapa?” ”Ntauk.Mama juga nggak tau.” Hati-hati, Pak Man berdiri, menangkupkan kedua…
Cerpen : Seharusnya, Yayan Pulang Malam Itu oleh Moh Tsabit Husain
AKU sudah tiba di rumah malam itu, saat ayah terbaring di tempat tidur tak berdaya. Perutnya bengkak. Dia seperti meminum segalon air sebelumnya. Aku tiba sehari setelah kakakku, Romi, pulang dari Jakarta….
Cerpen : Kera oleh Alfian Dippahatang
Saat saya tahu ada aktivitas yang dilakukan banyak orang di hutan Tanete, saat itu juga saya memelihara waspada. Saya selalu mengamati gerak-gerik orang-orang dari atas pohon. Kedatangan mereka mau tak mau membuat…
Cerpen : Bukit yang Tidak Selesai Dibangun oleh Adam Gottar Parra
Di kota kecil kami yang dilingkungi bukit-bukit, teronggok sebongkah bukit yang tidak selesai dibangun. Namanya Bukit Toktok. Keadaannya berantakan, mirip proyek mangkrak yang ditinggalkan pemborongnya. Di sana-sini terlihat timbunan tanah dan bongkahan…
Cerpen : Malam Selepas Hujan Sunlie Thomas Alexander
DIBASUHNYA wajahnya dengan air dingin yang mengucur deras dari keran wastafel. Sedikit ia menggigil. Ketika mengangkat pandang, samar-samar dilihatnya wajahnya yang basah di permukaan cermin berembun. Disekanya kaca dengan tangan kiri dan…