Oleh ARMIN BELL — Dia khawatir akan menjadi satu-satunya orang yang nanti pulang tanpa pilihan yang jelas hari itu. Rekonsiliasi, menyembuhkan luka, munculnya lebih banyak cerita yang selama ini tenggelam –yang jadi…
Cerpen : Mo Thian Liang oleh Sunlie Thomas Alexander
Ketika pertama kali mendengar dari temanku Yakobus Chin Kim Fat atau yang lebih karib kami sapa A Fat bahwa sebuah Goa Maria akan dibangun di lereng timur Mo Thian Liang, aku langsung…
Cerpen : Menunggu Kabar Kakak oleh Muhamad Pauji
SEHARIAN dia marah-marah enggak karuan. Dia marah pada orang tuanya yang mengantarkannya ke dunia brengsek ini. Dunia yang dia nggap menyengsarakan ini. Mengutuk sana-mencibir sini. Orang-orang bilang gemah ripah loh jinawi, tetapi…
Cerpen : Senyum di Wajah Jamilah oleh Rinal Sahputra
Jamilah sesaat terlihat ragu. Bungkusan hitam di tangannya hampir terjatuh. Baju kurung dan kerudung yang lebar sama sekali tidak mampu menyembunyikan gemetarnya. Menarik napas dalam-dalam dan mengucapkan doa seolah itu adalah momennya…
Cerpen : Guru Mud oleh Tin Miswary
Derap langkah serdadu terdengar jelas hingga ke ruang kelas. Orang-orang berbaju loreng itu menuju ruang guru yang tak jauh dari gerbang sekolah. Dari balik jendela kaca yang sudah mulai kusam, Guru Mud…
Cerpen : Pria dan Purnamanya oleh Royyan Fadh
MALAM hari di mana bintang bertaburan dan bulan menyendiri dalam kelam, seorang pria berjalan menunduk. Ia menyeret langkahnya. Sepatu crocs-nya yang sedikit longgar sesekali meluncur di atas trotoar berlapis keramik. Saat itu,…
Cerpen : Pamong oleh M Rosyid HW
“INNALILLAHI wa inna ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia Bapak Khoiri, RT 12, RW 03.” Warta duka dari speaker masjid bergema. Warga kasak-kusuk dan saling mengetuk pintu. Berkabar tentang kematian kepala dusun mereka….
Cerpen : Drama Tanah Terakhir oleh A Warits Rovi
DI sisi utara ladang itu, tumbuh sebatang pohon jambu air yang berbuah sepanjang waktu. Ia terus merumbai bunga-bunga putih berputik halus. Menyembulkan gelantungan buah segar, mengkilap, dan agak licin. Saat pohon-pohon lain…
Cerpen : Kredo Cinta Humaeera oleh Ikrom Rifa’i
AKU pulang ke rumah saat keluargaku tengah mengadakan mendak [1] atas kematianku. Sesaat setelah doa penutup dipanjatkan oleh Kiai Lemang dan Rama Tua tampak tengah membagikan beberapa hidangan, sambil beruluk salam, aku…
Cerpen : Pamong
“INNALILLAHI wa inna ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia Bapak Khoiri, RT 12, RW 03.” Warta duka dari speaker masjid bergema. Warga kasak-kusuk dan saling mengetuk pintu. Berkabar tentang kematian kepala dusun mereka. “Pak Kamituwo meninggal! Pak…