AKU mengabaikan perintah Ibu, membiarkan batu itu tetap mengganjal pintu rumah hingga membuat tubuhnya menggigil oleh angin malam. Sekembalinya dari kamar dengan membawa jaket, bantal, dan selimut, ia mematikan televisi. Lalu, memandangiku…
Cerpen : Anjing yang Malang oleh Gandi Sugandi
Di satu titik batang sungai dengan alurnya yang cukup panjang, aliran airnya dibelokkan keĀ surge tankĀ untuk mengisi waduk, yang logikanya sepanjang alur itu akan kering. Akan tetapi, rupanya tetap terisi air dari genangan-genangan…
Cerpen : Penjual Angin oleh Dody Widianto
TAK ada yang lebih menyebalkan bagi Seno ketika pelajaran mengarang dimulai. Kali ini ibu guru tiba-tiba menyuruh para siswa menuliskan tentang pekerjaan ayah mereka. Ia bersungut. Kenapa juga hal seperti itu harus…
Cerpen : Romantisme Cinta si Buta dan si Bisu
AKU mengenal Mira di Pasar Kona karena bahasanya yang unik dan suaranya yang indah. Kala itu, aku dengannya sama-sama duduk di sebuah teras toko bekas sambil menunggu orang-orang berhati dermawan lewat dan…
Cerpen : Genangan Kenangan oleh Eko Darmoko
Oleh EKO DARMOKO — Sembari menunggu tamu yang ingin menyewanya, Chika menenggelamkan diri dalam genangan busa di bathtub hotel. Ia ingin tampil sempurna di hadapan tamu yang sudah mengisi saldo rekeningnya. Selain…
Cerpen : Perempuan yang Menikahi Tubuhnya Sendiri oleh M Rifdal Ais Annafis
Sepagi itu, di depan etalase berkaca lindap, Asti sedikit berjinjit untuk mengelap sekali lagi dua manekin terakhir dengan sapu tangan yang baru dibelinya beberapa hari lalu. Matanya awas menelisik setiap sudut, setiap…
Cerpen : Ngrowot oleh Prima Yuanita
DUA tahun berlalu dan baru sekarang kusaksikan mereka bertemu. Di satu atap yang sama. Di satu ruang yang sama. Namun, tidak dengan status sama. Aku sengaja menyendiri di bibir pintu supaya mereka…
Cerpen : Makan Tak Boleh Beremah oleh Sulaiman Sambas
Ayah selalu saja terlambat menyelesaikan makan bersama kami. Suapnya satu-satu, tidak lahap. Ayah seperti menikmati benar makanan yang dikunyahnya perlahan. Seakan gerakannya kelihatan tak bergerak. Itulah sebabnya makan malam kami selalu sehabis…
Cerpen : Teman Perjalanan oleh Ayu Prawitasari
Bagian yang paling aku suka dalam hidup ini adalah menjadi teman perjalananmu dan itu adalah momen saat kita berdua menggenggam tiket bepergian dengan tujuan sama. Kamu akan merobek plastik pembungkus sampul buku…
Cerpen : Getar Ponsel di Kabukicho oleh Arie Fajar Rofian
PADA suatu malam di bulan Desember, salju yang dingin tak lantas menyurutkan orang-orang untuk tetap beraktivitas di luar ruangan. Orang-orang mungkin tampak seperti sedang berhamburan, bukan menghindari tetes salju yang turun dari…