SEBELUM selesai kuceritakan kenapa kau berani melawan sejarah demi pundi-pundi rupiah, Kidung Turun Sintren (1) berhasil membiusmu keluar dari kurungan besar yang terbuat dari anyaman bambu yang terbalut kain merah. Lepas dari jerat tali…
Cerpen : Tanah Perawan oleh Dody Widianto
SEBELUM selesai kuceritakan kenapa kau berani melawan sejarah demi pundi-pundi rupiah, Kidung Turun Sintren [1] berhasil membiusmu keluar dari kurungan besar yang terbuat dari anyaman bambu yang terbalut kain merah. Lepas dari…
Cerpen : Sapi Mencium Gunung Es
Seperti sapi mencium gunung es, begitulah keadaan Suklikulisu saat ini. Keganjilan dan keanehan sedang memeluk novelis yang lima tahun terakhir karya-karyanya banyak difilmkan. Tak lazim, tapi kejemawaan yang melampaui batas membuatnya menjadi…
Cerpen : Ra Tanca oleh Risen Dhawuh Abdullah
Kamu bisa mengerti mengapa istrimu begitu menggebu-gebu menyuruhmu. Kamu membenarkan juga pendapatnya bahwa itu merupakan bagian dari perjuangan mulia, meneruskan apa yang dicita-citakan rekan-rekanmu dulu sesama Dharmaputra; mengusir kegelapan yang menguasai istana…
Cerpen : Lelaki Tua di Kursi Roda oleh S Prasetyo Utomo
DUDUK di kursi roda, lelaki tua didorong lelaki gondrong. Masih gelap Subuh, lelaki gondrong itu mendorong kursi roda lelaki tua melintasi depan taman apartemen pada musim bunga tulip. Mereka mengikuti langkah pensiunan…
Cerpen : Pisang Kembar oleh A. Warits Rovi
Tengah malam ketika ia bangun, perutnya terasa lapar. Tenggorokannya kering, seperti tanah cadas dicekik terik matahari. Lidahnya berlumur liur yang ia telan kembali dengan rasa haus dan lapar yang terus mendera supaya…
Cerpen : Dange oleh Muhammad Zulkifli
Diam-diam kuamati dia dari balik bilik. Pria itu masih duduk di sana bersama istriku, di bangku panjang depan kios, dari jam setengah tiga sampai jam setengah enam sore. Sudah tiga jam ia…
Cerpen : Udin Kuriak oleh Jaya Arjuna
“UDIN Kuriak mengamuk lagi. Dia tidak terima dituduh korupsi. Dia akan mengadukan kita ke polisi,” begitu katanya pada kawan-kawan yang menyambutnya di luar kamar kerjaku. Aku masih sempat mendengar ocehannya yang menyakitkan…
Cerpen : 99 oleh Endry Sulistyo
BAPAK dan ibunya sepertinya telah lelap di kamar. Seharian keduanya sibuk menggarap ladang. Mustari sengaja duduk di teras rumah agar bapak-ibunya tak terganggu saat istirahat. Segelas kopi, sanggar cempedak bikinan ibunya petang…
Cerpen : Menanti Hari Ayah di Kazan oleh Hash Mimi
GALINA Mikhailovna melingkari tanggal hari itu. Sudah genap 390 hari Alexander Aronov, suaminya, tidak pulang. Janjinya, pada hari ke-393, dia akan pulang. Tepatnya pada hari Minggu tanggal 17 Oktober. Hari istimewa. Galina…