Tag: Jemmy Piran

Cerpen : Setelah Paskah oleh Jemmy Piran

DALAM perjalanan pulang selepas merayakan Paskah di Jerusalem, seusai mendirikan tenda dari kulit kibas di bawah pohon ek, Yosef bergidik ngeri membayangkan sorot mata Yeshua. Seperti penyihir, pikirnya, tetapi cepat-cepat ia mengenyahkannya. Ia terkejut kenapa sampai berpikir demikian. Padahal, ketika peristiwa itu terjadi, Yeshua baru berumur enam tahun lebih. Itu artinya sudah lima tahun yang […]

Cerpen : Tukang Roti oleh Jemmy Piran

BEBERAPA patung yang dipahat dari batang pohon amandier [1] terjatuh di bawah. Sepertinya guncangan kemarin telah menumbangkan patung-patung itu, demikian Yosef berpikir. Kemarin, ketika ia mencari air di sekitar sini, batu dan patung-patung itu masih berada di tempatnya, tepat di bawah sebatang pohon chênes yeuses, tapi sekarang sudah bergeser agak jauh dan bagian ratanya sudah […]

Cerpen : Sumur Penyelamat oleh Jemmy Piran

DUA hari berikutnya, setelah kaki Yosef sembuh, mereka berjalan melalui jalur timur Sungai Nil menuju Farma, sebagaimana yang diarahkan oleh Hanif dan Heba. Tiga hari berikutnya, mereka tiba di sana. Sebuah kota kecil dengan banyak penjual yang menjajakan dagangan mereka di sepanjang jalan utama. Untuk menghindari orang-orang, Yosef menyewa seorang anak yang dia jumpai di […]

Cerpen : Semua Begitu Cepat oleh Jemmy Piran

SATU hari sebelum berangkat, seorang tentara membisikkan kepadaku bahwa yang kami lakukan ini adalah misi bunuh diri. Kemungkinan untuk kembali sangat kecil. Tetapi, yang pasti sebelum itu terjadi, keparat-keparat Fretilin sudah dibasmi, begitu katanya. “Tuhan pun tidak bisa menolong kita,” katanya. Aku hanya terdiam. Dalam hati, berkali-kali, kusebut nama nenek moyang untuk menjagaku. Jika pun […]

Cerpen : Penyerangan Kedua oleh Jemmy Piran

Awal Desember 1980. HUJAN mulai turun. Sungai-sungai meluap. Hutan kembali rimbun. Bukit-bukit yang kerontang menghijau. Angin musim barat dan hujan memaksa kami harus menghindar, mengungsi ke tempat yang agak lebih tinggi, mendirikan kemah-kemah di tengah hutan. Di hutan itu beberapa regu bergabung. Setelah melakukan pembicaraan lewat radio komunikasi dengan tim pusat, kami diminta untuk melakukan […]

Cerpen : Pertempuran Jarak Dekat oleh Jemmy Piran

AKHIR Desember 1980. Dianaku yang baik, semoga harimu masih tetap hangat. Hujan makin intens turun. Tanah mulai menumbuhkan rerumputan. Lumut-lumut keluar dari persembunyian. Sungai-sungai meluap. Tak banyak kegiatan yang kami lakukan, kecuali berburu binatang untuk keperluan makan sambil menunggu perintah dari markas pusat. Beberapa tentara masih mengintai dan belum pulang membawa berita. Di markas inilah […]

Cerpen : Laut Mengambil Cintaku oleh Jemmy Piran

Tanah makam belum kering. Warat dan putrinya masih tetap membakar lilin, meletakkan di atas tanah kubur, kemudian ditutup dengan mendaraskan doa Bapa Kami satu kali. Usai berdoa tangis lelaki itu pecah, terdengar mencakar-cakar keheningan laut. — WARGA pesisir yang mendengar tangis itu menggeleng dan tersenyum kecut. Beberapa orang yang kebetulan bersama lantas mulai berbisik-bisik, bercakap-cakap […]