KETIKA harga-harga naik, Eko dan istrinya terseret oleh bayangan masing-masing. Mereka duduk bersebelahan di lantai bersandarkan kursi sofa warna merah kusam. Istrinya berpikir bagaimana caranya mencari uang agar bisa makan, dan Eko…
Tag: Ranang Aji SP
Cerpen : Malam Pertobatan oleh Ranang Aji SP
Dalam beberapa bulan, ditemukan orang-orang mati di dalam karung. Dua di antaranya adalah temannya. Kabar itu membuatnya memutuskan tak keluar rumah. Saat itu bulan Juli 1983, suhu malam hanya delapan belas derajat….
Cerpen : Akhir Malam Pelukis Tayuh oleh Ranang Aji SP
Setelah digiring menuju hutan, Marmo berdiri sekitar lima meter dari bibir sungai di bawah bayang-bayang langit kelam usai hujan di bulan November. Dia tak sendiri. Masih tersisa beberapa tahanan dalam barisannya yang…
Cerpen : Dua Mata Air Bukit Menghilang oleh Ranang Aji SP
Junaidi memapakku di jembatan kecil yang menghubungkan sungai tanpa air. Sungai yang sepanjang alirannya hanya berserakan batu-batu, sampah plastik, dan rumput kecil hingga batas kaki bukit. Dari jauh aku telah melihatnya berdiri…
Cerpen : Hantu Mbah Darmo oleh Ranang Aji SP
Suatu ketika, kampungku tiba-tiba digegerkan oleh desas-desus munculnya hantu Mbah Darmo. Pada malam-malam tertentu yang gelap dan samar, banyak warga mengaku menyaksikan kakek buyutnya Parjo duduk berjegang[1] di atas lincak[2] teras rumahnya sembari merokok…
Cerpen : Melankoli Patriot oleh Ranang Aji Sp
Sepasang anak muda itu berjalan menuju bangku melewatiku sembari bercakap. Mereka seperti dua orang yang paling bahagia di dunia ini. Tersenyum dan saling berbagi harapan. Di antara rumput hijau dan pohon ringin…
Cerpen : Mitoni Terakhir oleh Ranang Aji SP
Di halaman belakang rumah, peninggalan suamiku, aku duduk sendiri, memandang pohon randu alas yang meranggas. Kukira, waktuku sudah segera akan tiba. Aku tidak tahu kapan itu terjadi, tapi, cepat atau lambat, malaikat…
Cerpen : Ken Hanggara oleh Ranang Aji SP
Menjelang usia ke-90, aku mulai merasakan kesepian yang sangat. Di dalam ruang jiwaku, kegelapan seolah menyelimuti hidupku yang pahit. Aku tak lagi mengetahui apa pun yang terjadi di dunia ini. Keadaan ini,…