Kayu sisa pohon jambu yang ditebang ibu minggu lalu mengering. Dahan-dahan telah terpisah dari daun. Ibu menyisihkannya ke tengah, menjadi unggun yang tinggi. Sudah hampir sepuluh tahun pohon itu tumbuh, tapi tidak…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Bahagia oleh Tri Utari
Dipikir hidupku ini menyedihkan, menyandarkan kebahagiaan dengan hanya menonton klip video humor di layar kaca ponsel pintar. Makanya, aku tidak bisa untuk tidak terhubung dengan internet bagaimanapun caranya. Tidak peduli di dapur…
Cerpen : Rumah Baru Budi oleh Inong Islamiyati
KELUARGA Pak Andi baru saja pindah dari Kota Jakarta ke Kota Surabaya di Jawa Timur karena Pak Andi pindah pekerjaan. Mereka tiba di rumah baru ketika sore hari. Segera keluarga Pak Andi…
Cerpen : Adik Kakak Ibu oleh Iwan Gunadi
Saya neduh lagi di beranda rumah Bi Piah. Di atas tanah yang kering. Persis di samping kiri pintu kusam yang kebuka. Enggak ada bale atau kursi yang bisa diduduki. Badan saya menggigil. Enggak seperti…
Cerpen : Bermain di Dalam Lemari oleh Devi Koban
Namaku Rinai. Entah mengapa aku bisa disapa demikian. Sejauh yang aku tahu, Rinai adalah hujan. Sampai detik ini aku sangat benci terhadap hujan. Entah mengapa setiap kali melihat tetesan hujan, hatiku seperti…
Cerpen : Nikmati Alam, Sayangi Alam oleh Vina Anne
“AH, ternyata berenang di sungai itu enak sekali, ya!” seru Victor yang baru pertama kali berenang di sungai. “Seru, kan?” ujar Marko. Dia senang bisa mengajak sahabatnya berkemah bersama ayah dan ibunya….
Cerpen : Jarak oleh Gus tf Sakai
BAGAIMANAPUN tak pedulinya, toh Anggi telah melecek berlembar-lembar tisu. Trotoar tampak bagai memanjang dan hotmix serupa mengepulkan minyak, gemetar dalam atmosfer berdebu. “Jika ini semacam protes,” ujar Mita saat bubaran tadi, “maka…
Cerpen : Wanita yang Bersembunyi di Ubun-ubun Tuaku oleh Budi Wahyono
Dari kaca jendela di lantai tiga hotel itu kulihat matahari pamitan tenggelam. Suasana kamar temaram. Warna coklat emas memenjarakan keliaranku, termasuk korden yang musti kututup. Namun, wanita berpipi bulat itu mengetuk kamar…
Cerpen : Gudang Belakang oleh Arif Junianto
Lampu layar ponsel ibu masih saja menyala. Hanya dengan sekali baca, kalimat di layar itu sudah cukup menjadi alasan Lanang dan Sekar kompak terdiam, lalu terisak pelan dan dalam. ”Kita itu butuh…
Cerpen : Lara Lare oleh Tenni Purwanti
Untuk Isyana Sarasvati* MERINDUKAN seseorang yang tak pernah ditemui mungkin adalah konsep yang membingungkan. Tapi aku tahu bagaimana rasanya, setelah memimpikan dua anak dan merindukan untuk bertemu mereka kembali. Bertemu di dalam…