TIDAK pernah ada yang sakit lagi di dunia ini. Rumah sakit telah kehilangan masa jayanya. Kamar-kamar berdebu yang penuh jaring laba-laba, tabung infus yang kosong, stetoskop yang sudah lama berada dalam lemari….
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Potret Paman oleh Tin Miswary
Kedatangan dua truk reo siang itu membuat saya benar-benar terkejut. Saya melihat orang-orang berbaju loreng melompat terburu-buru dan lalu menggedor pintu rumah kami. Saat itu saya sedang menempel stiker Superman di kaca…
Cerpen : Menjelajah Hutan Larangan oleh Sabatini Dewanti
AKU tinggal di sebuah kampung yang dikelilingi Bukit Barisan. Sejak kecil, aku selalu mendengar tentang hutan larangan yang misterius itu. Aku penasaran dan akan pergi ke sana bersama temanku, Malin. Pagi hari…
Cerpen : Memikirkan Upit oleh Harris Effendi Thahar
DIA, lelaki tua yang baru pensiun itu, berpikir-pikir untuk menjawab pertanyaan dokter “apa yang bapak pikirkan?” Dia mau menjawab: “banyak!” Tapi, tidak jadi. Ia senyum-senyum saja sambil memandang terus dokter yang sedang…
Cerpen : Malam Kembang oleh Sylvia Sari
Malam itu telah mengubah segalanya. Malam yang tak pernah terlintas sekalipun di pikiran Pramudita Yasawirya. Dia tahu suatu saat itu akan terjadi, tetapi tidak dengan cara seperti ini. Hidupnya yang semula tenang…
Cerpen : Tak Ada Apa-apa di Ujung Hari Ini oleh Nidya Utami
Aku membayangkan bagaimana jika orang seperti aku menjadi tokoh dalam sebuah novel, aku merasa hatiku sebesar antariksa. Kita semua adalah pemeran utama dalam cerita hidup kita. Aku merasa bahwa genre hidupku adalah…
Cerpen : Yai oleh Windy Shelia Azhar
Salam menatap sungai dengan nanar. Kedua tangannya sigap mengokang popor senapan. Ia berwajah paling marah dibanding teman-temannya yang ikut lesak di perahu tua itu. Merah padam wajahnya seakan pembuluh darahnya pecah semua….
Cerpen : Perbedaan Itu Indah, Lho! oleh Sabatxini Dewanti
UDARA Bali sore itu terasa begitu sejuk dengan pancaran oranye sinar matahari yang hampir tenggelam. Begitu indah walaupun hanya dilihat dari kaca mobil. Pemandangan itu menghapus semua rasa letih keluarga Arya yang…
Cerpen : Yai oleh Windy Shelia Azhar
SALAM menatap sungai dengan nanar. Kedua tangannya sigap mengokang popor senapan. Ia berwajah paling marah dibanding teman-temannya yang ikut lesak di perahu tua itu. Merah padam wajahnya seakan pembuluh darahnya pecah semua….
Cerpen : Aelfric, Pizzanya Sudah Matang! oleh Ilham Wahyudi
Dia adalah raja penakluk ternak dan kuda liar. Dengan ujung tali penjerat, kuda-kuda itu mendatanginya. Dia adalah ksatria, pembela wanita lemah, peringkus tukang tindas. Dia membunuh karena kebenaran; dan melarikan diri dari…