Dua hari yang lalu, di aula yang masih menyimpan sisa-sisa aroma tempias hujan, Karjono kembali diminta untuk memberikan pengayaan pada santri kelas akhir. Sudah menjadi sistem di pesantren ini, ujian semester kelas…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Dosa Seorang Istri yang Tidur pada Pukul 19.00 oleh A. Warits Rovi
Duya mematut wajahnya di cermin; lelah berparam butir keringat dengan latar rambut acak tergerai ke punggung. Sepasang matanya redup dan berkedip lemah. Di lehernya ada bekas gigitan halus warna merah. Sebentar ia…
Cerpen : Kandang Kambing Nurjawilah oleh Damhuri Muhammad
Selapuk-lapuknya tubuh Nurjawilah setelah ditinggal suami, kandang kambing di lereng bukit itu masih jauh lebih lapuk. Atapnya tiris. Tiang utama yang sudah miring ke kiri, hanya terselamatkan oleh tebing. Balok-balok penyangga tiang…
Cerpen : Alena: Seorang Lelaki dan Bangku Tua oleh Pasini
Ada juga yang meminati bangku tua itu selain dirinya. Seorang lelaki muda. Tidak menggeser pandangan dari entah puing asbes atau lelumutan dinding, serasa arca yang kehilangan kemampuan bergerak, pun sekadar intuisi bahwa…
Cerpen : Rindu Tak Mati Mati oleh Benny Benke
Namanya Mashurie. Gemar berdoa dalam diamnya. Dalam heningnya yang ngungun itu, kata-kata binasa, bahasa entah pergi ke mana. Menurut keyakinannya, apa gunanya berdoa dengan melibatkan kata-kata jika hati terperdaya. Makanya Mashurie lebih…
Cerpen : Kita Butuh Lebih Banyak Kucing oleh Yahdiani Hakim
Kompleks perumahanku sedang heboh. Katanya ada seorang anak yang dijambret telepon pintarnya. Kejadiannya persis setelah matahari tenggelam. Padahal, saat itu masih cukup ramai. Warga juga masih banyak yang mengobrol di luar rumah….
Cerpen : Dolop oleh Akhmad Sekhu
Hari sudah siang, tapi Burdah tampak masih tidur nyenyak dan ia baru bangun kalau sinar matahari sudah menerobos melalui ventilasi jendela kamarnya. Seperti saat sekarang ini, begitu jidatnya yang berkerut kasar itu…
Cerpen : Susu untuk Tuan Dexter oleh Shierly Novalita Yappy
Setelah hujan salju agak reda, Emily bergegas ke sebuah toko tepat di depan apartemennya. Toko roti yang sudah menjadi penyedia sarapan paginya sejak tiga tahun lalu. ”Selamat pagi. Roti keju?” sapa penjual…
Cerpen : Juragan Sapi oleh Komala Sutha
Terdengar keluh ayahnya yang ditanggapi ibunya. Keluhan yang acap didengar dari kedua orangtuanya, selepas isya menjelang pukul sembilan malam. Di ruang tamu yang merangkap ruang serbaguna. Di atas kursi lama yang sedikit…
Cerpen : Rumah untuk Istriku oleh Kanya Ahayu Ning Yatika Akasawakya
Tanah yang ditanami temulawak dan kunyit ini adalah milik kita sebulan yang lalu setelah menerima kuitansi tanda lunas dari pemiliknya. Setiap hari kau menyisihkan uangmu dari hasil melinting tembakau untuk mencicil tanah…