NYONYA Ji menggedor-gedor pintu saya. Terdengar bingar dan begitu mendesak. Meski saya yakin ia melakukan itu sambil tersenyum, karena ia memang selalu tersenyum, saya paham ketukannya itu mewartakan amarahnya. Kemarin ia menyuruh…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Bu Ruminyam oleh Marliana Kuswanti
Mirna pulang dengan wajah mendung. Bibirnya manyun. Langkah kakinya mengentak. Jangankan ia mengucap salam, melepas sandal saja baru setelah kuingatkan. Aku menghela napas dalam-dalam. ”Kenapa lagi, Mir? Setelah kemarin omongan Bu Ruminyam,…
Cerpen : Lampion Siang Bolong oleh Agus Dermawan T
”Hai, cucuku. Engkong mengundangmu ke pojok gedung sekolah ini lantaran Engkong ingin bercerita banyak sekali. Semoga kau mau mendengarnya,” kata orang tua itu dengan suara serak. Sepeda kuno merek Simplex yang tadi…
Cerpen : Kereta Cinta di Nanjing Road oleh FX Rudy Gunawan
SUHU udara kota Shanghai di ujung bulan November, saat menjelang musim dingin, biasanya berkisar antara 8 sampai 10 derajat celsius dengan langit bernuansa kelabu yang membuatmu merasa murung atau nglangut tanpa sebab….
Cerpen : Terbunuhnya Polisi Baik Terakhir di Alam Semesta oleh Gusti Aditya
Oh, Tuhan, bahkan si pembunuh itu terus-terusan tersenyum. Tak ada tanda kekecewaan dari air mukanya. Senyum itu memperlihatkan gigi-giginya yang bersih dan tertata rapi. Tangannya memang diborgol, namun aku masih saja menggigil…
Cerpen : Puisi yang Mengundang Burung Berkicau oleh Ayi Jufridar
Sepekan sebelum pengikut baru Laskar Alkalali menculik seorang penyair bertubuh ringkih, burung-burung di sekitar markas berhenti berkicau. Pagi yang sesungguhnya indah di kawasan pegunungan itu menjadi gersang, suram, dan kian menakutkan. Apa…
Cerpen : Agus Tidak Menangis oleh Anton Kurnia
Pada satu malam yang sunyi di bangsal kelas tiga sebuah rumah sakit kecil di pinggir kota, Agus mengalami sebuah peristiwa ajaib saat terbaring tak berdaya. Anton Kurnia Itu malam pertama Agus di…
Cerpen : Hadiah Spesial untuk Bu Rara Merpati oleh Inong Islamiyati
IBU Rara Merpati, guru kelas 4 SD Mentari, akan pindah keluar kota. Anak-anak kelas 4 merasa sedih dan ingin memberikan hadiah spesial untuk Ibu Rara Merpati sebagai ucapan terima kasih. Setiap anak…
Cerpen : Pil Mimpi oleh Dody Widianto
Ternyata kami berjumpa untuk berpisah. Setelah persidangan singkat itu, ayah melambaikan tangan untukku. Tiba-tiba ada yang berembun di sudut mata. Harapan dan mimpi menjadi penyanyi yang pernah kami ceritakan dulu saat berboncengan…
Cerpen : Donatur Pernikahan oleh Pandu Wijaya Saputra
Tepat sebelum malam menjelang, dua orang mengetuk pintu rumah Badal. Mereka adalah muda-mudi usia lepas SMA. Pemilik rumah membuka pintu, seorang pria yang telah melewati usia paruh baya namun masih memiliki wajah…