Jalanan masih sepi. Apalagi setelah peristiwa ’rame-rame’ itu. Peristiwa itu, di bulan Januari itu, sudah beberapa bulan berlalu, masih di tahun yang sama, tapi laki-laki itu masih saja was-was ketika bertemu petugas….
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Dalam Amuk Badai oleh Mashdar Zainal
Arimbi terngiang percakapannya dengan Sugi beberapa waktu silam. ”Seperti apa kau memandang badai?” ”Seperti batas kemarahan yang ambrol.” ”Seperti apa batas kemarahan yang ambrol?” ”Seperti badai yang mengamuk.” Dari balik jendela berterali…
Cerpen : Sebuah Kisah Angin Lalu oleh Rizqi Turama
Aku menceritakan ini padamu ketika tubuh sudah jadi abu yang beterbangan. Setelah raga habis terbakar dan angin membawanya ke sudut telingamu agar aku mudah membisikkan sebuah kisah hidup. Meskipun cerita itu mungkin…
Cerpen : Jemput Aku di Bawah Pohon Gatep oleh Gde Aryantha Soethama
Sangat sering Ningrum punya keinginan hidup sendiri selamanya, tak usah menikah. Tapi, begitu niat itu muncul, selalu terbayang Saskara dengan hasrat berumah tangga yang mendesak-desak. ”Kita akan jadi pasangan bahagia, Rum, membuat…
Cerpen : Menanti Mat Karto oleh Wina Bojonegoro
Delapan tahun lalu, Mat Karto berhasil menjual tiga ekor anak sapi yang diurusnya sejak bayi. Ia menjadi jutawan muda tiba-tiba. Memiliki uang tunai dua puluh juta adalah sebuah kemewahan bagi warga Dusun…
Cerpen : Tak Ada Bulan Hari Ini oleh Aksan Taqwin Embe
Muara, 2000. Anakku, bulan tampak sangat pucat pagi ini. Tubuh lingkar yang memutih, tak lagi kuning langsat dan memantulkan cahaya ke atas air sungai, lautan, atau air yang menggenang. Sungai atau lautan…
Cerpen : Pegasus Jatuh oleh Dewi Ria Utari
Pegasus jatuh. Tumbang. Berdebam. Sebelum mendarat ke tanah, ia sempat menabrak beberapa dahan dan ranting, memunculkan bunyi krak krek dan kemresek dedaunan yang ikut tergesek tubuhnya dan berguguran. Mian langsung menghambur keluar…
Cerpen : Sepotong Malam oleh Alexander R Nainggolan
Sepotong malam itu, akhirnya sampai juga padamu. Mungkin tak pernah sempat kau tolong. Mungkin pula engkau hanya sekadar mendengar lolongannya—yang serupa jeritan seekor anjing kurus. Engkau mengingat-ingat, barangkali masih ada yang terlupa….
Cerpen : Suatu Hari di Kampung Pasir oleh Fitri Manalu
Sebelum subuh tiba, hari di Kampung Pasir sudah dimulai. Suara jes-jes-jes dari mesin jahit penjahit goni plastik terdengar lebih awal daripada suara kokok ayam jantan. Suara mesin jahit itu terdengar dari beberapa…
Cerpen : Mereka Mengeja Larangan Mengemis oleh Ahmad Tohari
Mereka lima anak tanggung dan hanya Gupris yang perempuan. Kelimanya jarang mandi, dan lebih jarang lagi berganti pakaian. Di antara mereka, Gupris yang paling banyak bergerak dan usil. Juga cerewet. Hanya Gupris…