Ketika sebagian dari warga kota memilih melupakannya, tujuh anak pengamen di bawah jalan layang malah mengenangnya sebagai pahlawan tanpa potret terbaik dalam sejarah peperangan. Ia dijuluki dengan nama pangeran kunang-kunang, atau sebutlah…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Pelajaran Layang-layang oleh Risen Dhawuh Abdullah
Di pergantian musim, langit menjelma layar dan arena pertarungan bagi layang-layang. Hanya dua kemungkinan yang lahir di musim layang-layang, kalah atau menang. Kalah berarti kecewa, menang berarti bahagia. Kecewa, benang kalah perkasa…
Cerpen : Seseorang di Balik Topeng Asperger oleh Arinhi Nursecha
”Sekarang kamu sudah tampak seperti idolamu, Soe Hok Gie,” pesan seorang teman yang menyebut dirinya Gie, padahal nama aslinya Sugiharto. Aku tertawa membaca pesannya. ”Tapi aku tak mau mati misterius seperti dia,”…
Cerpen : Seharusnya Dul Tak Perlu Pulang oleh Rinrin Indrianie
Seandainya Dul tahu apa yang akan ditemuinya malam itu, mungkin dia akan menunda kepulangannya hingga esok pagi, atau minggu depan, atau tak usah pulang saja sekalian. Perasaannya memang sudah tak enak sejak…
Cerpen : Batu Air Mata oleh Daisy Rahmi
Pintu yang aku ketuk dibuka oleh seorang perempuan. Muda dan cukup cantik meski penampilannya sederhana. Ia mengenakan daster motif batik. Rambutnya sedikit kusut dibiarkan tergerai. Tangannya mendekap bayi yang tidur pulas di…
Cerpen : Lantai Merah oleh Chusna Amalia
Rumah ini masih sama. Dingin yang sama. Warna yang sama. Sepi yang sama. Dari jendela, pagi diam-diam bertandang, menelusupkan hangat matahari lewat sibak gorden abu-abu. Sofa sendirian di sudut ruangan. Meja kopi…
Cerpen : Tamu oleh Budi Darma
Dengan mengendarai truk yang saya supiri sendiri, sekitar jam 14 saya dan istri memasuki kota kecil K, dan begitu sampai di rumah sewa, yang uang sewanya sudah saya kirim tiga minggu lalu,…
Cerpen : Rumah Nomor 108 oleh Setiyo Bardono
Perkara nomor rumah mengantar Pak RT dan Pak Wiratno, salah satu sesepuh Kampung Telaga, mengetuk pintu rumahku. Istriku tergopoh-gopoh menyambut kedatangan mereka. Raut wajah istriku menyiratkan tanda tanya: Ada urusan penting apa…
Cerpen : Matinya Seorang Tukang Mainan oleh Devina Heriyanto
Tubuhnya ditemukan tergeletak di lantai pada sebuah Sabtu sore, oleh seorang tetangga yang sedang mampir untuk mengantarkan air galon jatah mingguannya. Tangan dan kakinya terkubur dan tertekuk tak menentu, membuatnya terlihat seperti…
Cerpen : Tentang Kita dan Laut oleh Yetti A.KA
Kau bilang sangat menyukai laut. Kau memang tidak mengatakannya langsung kepadaku—sebagaimana juga hal-hal lainnya. Namun, dari balik dinding kamar aku pernah mendengar kau bicara tentang itu; tentang keinginanmu berdiri di depan laut…