Agak mengejutkan surat Mama. Mungkin karena masa mudanya ia guru bahasa Indonesia, renungan dan kenangan masa lampau mencuat kembali dalam benaknya. Usia pada dekade kedelapan, membuatnya cerah kembali pada masa lampau. Bahkan…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Angin Tak Berumah oleh Handry TM
/1/ Lereng Merapi, di bulan Oktober. Sekolah Dasar itu menjadi satu-satunya bangunan tertinggi di antara satu dua rumah penduduk di bawahnya. Terletak di lereng perbukitan yang bertanah subur dan pertanian menghijau. Keramaian…
Cerpen : Orion: Pertukaran Mata oleh Polanco S. Achri
Hari ini adalah hari yang cerah, dan karenanya kau ingin berziarah. Setelah memakai celana panjang dan kemeja putih yang bersih, akhirnya kau menuju pekuburan di pinggir kota kecilmu. Berjalan perlahan, sambil sesekali…
Cerpen : Menjaga Ayah oleh Regina Rukmorini
”Anjaaaaarrrrrrr…!” Suara ayah memanggilku. Memutus konsentrasiku nonton film dari Youtube. Suara dengan nada jengkel. Aku mencoba tidak peduli. Namun, belum sempat mengeraskan volume suara, ayah lebih dulu meninggikan suaranya. Mau tidak mau, aku jadi…
Cerpen : Mati Setelah Mati oleh Triyanto Triwikromo
Banyak orang, terutama warga Sekayu, yakin Nyai Dini telah mati berkali-kali. Kali pertama istri Kiai Nuh ini mati pada Oktober 1965 saat dia baru berumur enam tahun. Kali kedua dia mati pada…
Cerpen : Lek Sudar oleh M Firdaus Rahmatullah
Di desa kami tak ada laut. Laut hanyalah imajinasi para pemimpi, atau orang-orang desa yang pernah mengunjunginya–dan itu mustahil. Di kampung kami hanya ada Brantas, sungai besar setara Bengawan Solo yang sempat…
Cerpen : Aku dan Lelaki Itu oleh Wayan Jengki Sunarta
Setiap kali mengunjungi Pantai Kuta, entah mengapa aku selalu teringat kepada lelaki itu. Entah mengapa pula Kuta selalu identik dengan sosok dirinya. Seolah Kuta dan dirinya lebur menjadi satu kesatuan. Senja itu,…
Cerpen : Monolog si Kembar Setelah Menyebar oleh Arswendo Atmowiloto
Ia yang diingat sebagai yang lebih tua, meluncur lembut di cairan berbentuk seperti agar-agar, untuk mendekat ke Dia yang lebih muda dilihat dari bentuknya, yang walau sejatinya mereka ini kembar, walau sebenarnya…
Cerpen : Suatu Hari yang Ajaib oleh Meirisman Halawa
Perumnas Dahana, 21.00 (Dingin. Udara menerobos masuk ke dalam rumah dan segera membuat orang-orang di dalamnya mendekap dada. Mauri beranjak dari tempat duduknya, menutup pintu dan jendela depan. Mata Mauri kembali tertuju…
Cerpen : Apa yang Kita Bicarakan di Usia 26? oleh Ade Ubaidil
Aku sebenarnya ada meeting dengan editorku siang ini, namun kemarin Daniel menelepon kalau ia dan istrinya akan mampir ke rumah hari ini bersama dua orang lainnya—yang ia bilang aku pasti kenal. Karena…