Suasana pemberian hadiah dan penganugerahan cerpen terbaik dalam Malam Jamuan Cerpen Pilihan Kompas 2018 di Bentara Budaya, Jakarta, Jumat (28/6/2019). sumber : kompas.id, 29 Jun 2019.
Kategori: KOMPAS ONLINE
Faisal Oddang dan Raudal Tanjung Banua Raih Penghargaan oleh Aditya Diveranta
JAKARTA, KOMPAS – Harian Kompas menobatkan dua penulis cerita pendek, yakni Faisal Oddang dan Raudal Tanjung Banua sebagai ‘cerpenis’ pilihan pada acara Malam Jamuan Cerpen Kompas, di Bentara Budaya Jakarta, Jumat (28/6/2019) malam. Kedua penulis…
Cerpen : Nyawa Dibalas Nyawa, Kepala Dibalas Kepala oleh Andi Makkaraja
Tahun 1956 yang rusuh, perang pecah di kawasan Ipantarang Embayya [1] dan sekitar hutan adat Kajang. Penyerangan yang kau sebut sebagai aksi Bumi Hangus itu, yang tak bisa dikatakan berhasil, tentu saja…
Cerpen : Sapi-sapi Karapan oleh Zainal A. Hanafi
Jika bukan kamu yang meneruskan ini lantas siapa lagi? Kata-kata itu terbang melintasi pikiranku. Ibu juga tak bisa berbuat apa-apa selain menyuruhku untuk ikuti kemauan Bapak. Padahal, mereka sudah tahu sejak kecil…
Menggugah Imajinasi Pembaca, Cerpen Harus Dilestarikan oleh Aditya Diveranta
JAKARTA, KOMPAS — Karya cerita pendek atau cerpen penting untuk terus dijaga dalam dunia sastra. Ini karena cerpen memberi ruang untuk menggugah imajinasi pembaca serta turut merawat keanggunan dalam bahasa Indonesia. Hal…
Cerpen Sebaiknya Menyuarakan Kondisi Sosial Masyarakat oleh Fajar Ramadhan
JAKARTA, KOMPAS – Sebuah cerita pendek atau cerpen idealnya tidak hanya memuat tentang struktur narasi kepada pembaca. Lebih dari itu, cerpen sebagai salah satu karya sastra hendaknya juga memuat tentang kepekaan penulis…
Cerpen : Di Atas Tanah Retak oleh Indra Tranggono
Warga Desa Sela Cengkar menemukan mayat Maruti pagi itu ketika embun belum tuntas membasahi daun-daun. Mayat gadis itu tergantung di dahan pohon randu alas. Lehernya terikat tali tambang. Bergenteyongan. Lidahnya menjulur. Matanya…
Cerpen : Puisi-puisi di Karangan Bunga oleh Wika G Wulandari
Malam tadi ada gadis timur yang menelusuri setapak dan menanyakan beberapa pertanyaan sepanjang perjalanannya. Dia memperkenalkan dirinya sebagai Bunga, karena dia lahir dari rahim kembang desa. Tanpa ayah, tanpa perayaan. Kepadaku dia…
Cerpen : Kepompong Ulat Bulu di Dalam Sarung Kyai Karnawi oleh Ferry Fansuri
Temui Kiai Karnawi, jika kau telah sampai daerah ini. Itu pesan Dalbo kepada aku dan Sarmin jika sampai di Langkat. Untuk sekadar numpang tidur dan makan, tempat Kyai Karnawi terbuka lebar bagi…
Cerpen : Tak Ada Makanan untuk Hiu-hiu di Laut oleh Linda Christanty
Di pagi hari Nur pergi ke penjara untuk menjenguk adiknya yang ditahan sejak minggu lalu. Para tahanan yang pernah mendekam di sana dan selamat menjuluki penjara itu Penjara Batu. Meskipun bangunan tersebut…