ARES dan gajah-gajah itu seolah saling tatap dari kejauhan. Mereka sama-sama berhenti melangkah untuk beberapa detik, lalu kembali berjalan. Gajah-gajah menuju ke timur dan Ares mengarahkan kaki ke barat. Lelaki itu berpikir…
Cerpen : Pawiro Bledek oleh Imam Wahyudi
NAMANYA Misnanto, tetapi banyak orang memanggilnya dengan sebutan Pawiro Bledek. Bicaranya lugas, keras, dan meledak-ledak. Banyak orang yang segan dan takut kepadanya. Namun akhir-akhir ini, lelaki itu terlihat ketakutan. Orang dekatnya pernah…
Cerpen : Terompah oleh Heni Mulia
DIA menghampiri meja makan. Hari ini pulang cepat karena jadwal penjagaan di kompeks utara digantikan oleh Pak Badrio. Jika dipikir-pikir, pekerjaan sebagai satpam dengan gaji tak seberapa memang melelahkan, namun jika tidak…
Cerpen : Anwar dan Vespa Kongo oleh Muram Batu
Suara azan Asar begitu nyaring, masuk ke rumahnya yang tak besar, membuat Anwar menghentikan gerak. Sesaat dipandanginya skuter tua, berpantat bulat yang bagian samping kanan kirinya mirip telur, berkekuatan 125 cc, dan…
Cerpen : Khasiat Embun Pohon Putih oleh Ahda Imran
KABUT. Lepas tengah malam, suara dayung di permukaan air. Perahu terus bergerak, menembus gelap dan dingin, menuju pulau kecil di tengah danau. Tak ada yang tampak di pulau, kecuali sesekali terlihat samar…
Cerpen : Sepeda Tua Ayah oleh Siti Maharani
Tubuh tua nan renta Ayah membuatku berpikir keras dan membayangkan bagaimana hari-hariku tanpanya. Ayah adalah keluarga satu-satunya yang aku miliki saat ini. Kami berdua ditinggalkan oleh Ibu dan kedua kakakku 5 tahun…
Cerpen : Sisa Tembakau Bakari oleh Regent Aprianto
AKU merokok untuk pertama kali, setelah tak pernah menyentuh barang itu sama sekali. Kini aku malah pandai menggambar awan di langit yang sedang kosong. Ke mana gumpalan putih itu. Apa awan takut…
Cerpen : Plang untuk Rumah Darma oleh Sriningsih Hutomo
PETANG itu, rasaku campur aduk, dan tak mampu untuk mengungkapkan apakah sebenarnya maksud kedatanganku ke rumahnya yang tiba-tiba. Perempuan paru baya berparas manis, pipinya sedikit tirus, kulitnya yang kecokelatan dan kerutan di…
Cerpen : Kenangan Indah oleh Maria M Bhoernomo
”Kamu betul-betul luar biasa. Mau-maunya membayar mahal hingga ratusan juta hanya untuk sekali kencan. Uang begitu banyak bisa kau pakai untuk menyantuni anak-anak yatim dan kelak akan membuatmu masuk sorga.” Kalimat itu…
Cerpen : Nenek Dolores oleh Elvan De Porres
PADA hari pertama setelah Natal, ketika aroma bunga melati merebak ke seluruh kampung, Nenek Dolores mengeluarkan muntahan hitam dan pekat, matanya menguning kulit jeruk, serta bibirnya kering dan pecah-pecah. Di atas dipan…