Yang turun dari langit itu es batu. Sebesar sirtu, mungkin ada yang nyaris sebesar bola pingpong. Begitu saja turun tanpa didahului ramalan cuaca. Bergelatak keras di atap-atap rumah. Berdeplok deplok di lantai…
Cerpen : Sepak Cinta, Gila Bola oleh Eko Triono
Layaknya seorang pecundang, dia hanya bisa membayangkan melakukan tendangan salto, gol yang sempurna, gemuruh yang melampaui sejarah desa, dan senyum Atika di sisi lapangan. Di sana, di bawah pohon waru, adalah tempat…
Cerpen : Unek-unek Si Multivitamin oleh Bang Harlen
Aku merasa diriku sudah seperti ular yang terus menerus berganti kulit. Selalu saja diriku muncul atau lebih tepatnya dimunculkan dengan nama dan bentuk yang baru. Meski harus kuakui bahwa memang ada beberapa…
Cerpen : Lelaki Harum Lahang oleh A. Warits Rovi
Ia menghidu sebentuk harum yang khas dan melekat kuat dalam ingatannya. Sekali lagi ia menghidu harum itu sambil memejam mata. Bibirnya merekahkan senyum serupa lengkung bulan terbalik di langit magrib. Ia begitu…
Cerpen : Binar yang Memudar dari Matanya oleh Rizqi Turama
Dari tiga anak Ibu, akulah satu-satunya anak yang gagal. Kakak pertama sudah jadi manajer di sebuah perusahaan multinasional. Rumahnya besar dengan tiga mobil mewah berjajar di garasi. Kakakku yang kedua bekerja di…
Teka-teki Silang 2182 oleh SAS
Mendatar: 1. Kemerosotan semua kegiatan pikiran karena penyakit (kerusakan) pada otak 5. Hidup subur di pinggir jalan atau di pinggir jalur rel kereta api 10. Pengurangan hukuman kepada orang yang dihukum 11….
Cerpen : Lemari Tua oleh Risda Nur Widia
HARI-HARI menjadi sulit bagi Tarno. Pria berumur dua puluh lima itu harus lebih pandai menyembunyikan diri di rumah pengapnya dengan pintu serta jendela yang selalu terpejam. Ia seperti itu karena orang-orang kini…
Cerpen : Segala yang Mati Harus Dikubur oleh Sasti Gotama
Kamis masih sejuk ketika Oma Nin menemukan kucing mati di bawah pohon kenari. Tubuh berbulu kelabu itu masih utuh, tetapi kepalanya lebih mirip kentang tumbuk yang disiram saus stroberi. Beberapa helai daun…
Cerpen : Buntung oleh Tetin Sobariah
Kawin cerai di desa ini bak kacang goreng. Hampir setiap orang menikah dua kali. Tapi tidak dengan Euis. Dirinya tercatat sebanyak tiga kali kawin cerai dalam waktu empat tahun, pada usia 28…
Cerpen : Main Tangan oleh Muram Batu
Sejak tangan kanannya tak lagi bergerak normal, dia sudah tidak lagi main tangan. Padahal sebelumnya, selain dikenal sebagai sosok yang ringan tangan, dia juga ditandai warga sebagai orang yang panjang tangan. ”Kerjalah,…