Sebuah nama yang terlalu berat untuk disandang manusia biasa, yang melambangkan kebajikan, yang dipenuhi hikmah, yang telah terstempel malaikat surga; itulah Lukmanul Hakim. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia…
Cerpen : Hampir Superman, tapi Bukan oleh Dadang Ari Murtono
Satu dari empat pacar Aminah mencoba bunuh diri, tapi gagal. Lelaki itu berdiri di tengah rel kereta dengan linglung. Dan sebelum kereta melindas tubuhnya, seseorang menyelamatkannya. ”Kau tidak seharusnya menyelamatkanku,” kata lelaki…
Cerpen : Gantung oleh Faizah
Masa putih abu-abu adalah masa yang dinantikan para remaja, khususnya remaja lulusan sekolah menengah pertama (SMP). Masa di mana kami mulai mencari jati diri. Mulai mengenal sketsa dunia remaja sesungguhnya dengan banyaknya…
Cerpen : Menak oleh Aliurridha
SAAT ditanya apa cita-citanya, Memet selalu dengan lantang menjawab sopir truk! Waktu Memet kecil dulu, di kampungnya tidak ada yang lebih keren daripada sopir truk. Memet tinggal di tengah sawah, dengan sejauh…
Cerpen : Cerita-Cerita Ganjil di Lapangan Sepak Bola oleh Aliurridha
Sudah lama sejak kali terakhir aku bertemu dengannya. Sejak dia tidak dipakai lagi oleh tim sepak bola kampusku, kami tidak pernah bertemu. Bahkan sekadar menghubungiku, dia tidak pernah. Harusnya aku tidak mengiyakan…
Cerpen : Pilihan Bapak oleh Atta Verin
Kamu punya pilihan untuk membenciku seumur hidupmu atau tetap mencintaiku seperti saat kamu kecil dulu. Pesan singkat itu menjadi alasan aku memutuskan untuk mengunjunginya di penjara dua hari menjelang dia dieksekusi. Sebelumnya,…
Cerpen : Mengapa Ada Cobek di Atas Tudung Saji oleh Luhur Satya Pambudi
Setiap orang yang pernah masuk ke ruang makan kami akan melihat sesuatu yang cukup aneh di atas meja. Hal itu sudah pasti membuat mereka penasaran. Sungguh wajar belaka apabila lantas menyembulkan satu…
Cerpen : Rania dan Kesendiriannya oleh Bulan Nurguna
Rania berkejar-kejaran dengan ombak di bibir pantai. Bila ombak menuju daratan, ia seolah dikejar. Bila ombak kembali ke lautan, ia seolah mengejar. Setelah capek dan bosan, ia beralih ke permainan lain. Ia…
Cerpen : Lukisan Dunia oleh Agus Dermawan T
Sambil duduk selonjor di kursi tamunya, diisapnya pipa berbentuk L itu dalam-dalam. Gandamata tetap tak berkedip. Agak berselang lama ia tak mengisap pipanya, semata-mata agar apa yang ia tatap di tembok itu…
Cerpen : Lelaki dari Tukad Badung oleh I Wayan Suardika
Sore seharusnya terang. Tetapi mendung menangkupnya, seperti juga menangkup Sura yang berdiri di tepi pagar besi jembatan Tukad Badung. Ia mematung di situ. Matanya memandang ke bawah, ke Tukad Badung, sungai yang…