TAGATA mendapati seraut wajah itu di antara kerumunan pasar. Wajah yang belum pernah dia temui di alam nyata, tetapi tak asing lagi. Wajah dengan rahang kukuh, bibir tipis tanpa kumis, dan tulang…
Cerpen : Rasuk oleh W.S. Djambak
Sudah beberapa hari ini Pramesti menggelinjang hebat. Suaranya berubah seperti suara laki-laki dan terdengar parau seperti harimau. ”Arrrgh!” geramnya. Di hari lain, ia berteriak sambil menegangkan urat leher dan mata yang mendelik…
Cerpen : Pamengkang oleh Muna Masyari
Hampir lima tahun tidak menginjak kampung halaman, suatu hari dia pulang hanya untuk menjual rahim ibunya demi membayar pelacur! Gambar rumah berdempet-dempetan yang berukuran dan berbentuk sama dan hampir tanpa halaman itu…
Cerpen : Sutasoma dalam Kakawin Sang Brahmana oleh Heru Sang Amurwabumi
Hari ketika lelaki itu menenggak racun warangan—atau mungkin sengaja diracuni agar menenggak racun warangan, Trowulan sedang disibukkan upacara Srada Agung, sebab genta lonceng para pandita Kasyiwan dan Kasogatan berdentang tiada henti dari…
Cerpen : Marena oleh Zainul Muttaqin
”Apa yang kau kerjakan sepanjang hari? Menyiapkan makan suami saja tak becus! Seharusnya kau pandai-pandai menyenangkan hati suami.” Dimin pun berlalu, masuk ke dalam kamar mandi, membasuh tubuh, lelah pulang kerja. Sebenarnya…
Cerpen : Prose: Seorang Gadis Manis… oleh Polanco S Achri
PAGI selepas hujan— Suara pintu diketuk. Dengan masih terkantuk, kau membuka pintu teruntuk; dan betapa terkejutnya kau kala mendapati siapa yang datang: salah seorang muridmu, seorang gadis manis yang pernah berkata kepadamu…
Cerpen : Tersenyum Bersama Senja oleh Amelia Zelene
SEPIT berwarna kuning hijau itu tertambat di tepi waterfront city, gelombang kecil datang membuat badan sepit ukuran dua koma lima meter itu bergoyang pelan. Suara cicit burung layang yang terbang rendah menyatu…
Cerpen : Miyangga oleh Ryan Rachman
KONON, di sungai ini ada penghuninya. Makhluk gaib. Seekor siluman ular. Sisiknya keras seperti batu kali dan berkilauan seperti permukaan air yang terpapar sinar matahari. Kepalanya seorang perempuan. Dia tidak cantik seperti…
Cerpen : Metamorfosa Rosa oleh Aliurridha
”Hoek,” bunyi mulutnya ketika mengumpulkan lendir yang lengket di tenggorokan. Setiap selesai mengumpulkannya, Rosa akan meludah ke lantai. Hal itu ia ulangi sepanjang enam sampai tujuh langkah kaki. Sedari tadi ia bolak-balik…
Cerpen : Penggalian Nusa Kapal oleh Raudal Tanjung Banua
Menumpang perahu mesin, pada suatu terik siang, sampailah saya di muara Sungai Way Apu yang lebar. Kota kecil Namlea tempat bertolak terlihat seolah terapung di seberang Teluk Kayeli. Alferd Russel Wallace, naturalis…