”Kau pernah ke sini?!” Tanya lelaki yang baru saja kukenal di ruang tunggu beberapa waktu yang lalu. Sekarang ia duduk persis di sebelahku. Memegang sebuah buku panduan wisata yang diambil dari kantong…
Cerpen : Rarasati, Sang Pembawa Keajaiban oleh Joan Oktavianie
Di hadapan Ki Ageng Tirtayasa yang telah menunggu kedatangannya selama berbulan-bulan, isak tangis Rarasati terus bersambung tiada putus. Beberapa saat sebelum mengambil keputusan terpenting dalam hidupnya, kenangan saat pertama kali bertemu dengan…
Cerpen : Buku Bisu
AKU adalah sebuah buku. Buku tulis tepatnya. Dulu, saban pagi, aku terbiasa dimasukkan dalam tas, dibawa ke sekolah untuk lalu dipenuhi dengan deretan tulisan rapi nan indah. Kehidupanku selalu terjadwal. Namun, sekarang…
Cerpen : Sepasang Lembu Ibu dan Wak Lam oleh Farizal Sikumbang
Ibuku selalu pulang pukul enam sore dari ladang dengan mengendarai motor tua yang kondisinya sangat menyedihkan: tempat duduknya robek di berbagai sisi sehingga busa kuningnya menyembul ke luar, dua kaca spion pecah,…
Cerpen : Dia Ingin Membunuh Seseorang oleh Yetti A.Ka
Dia datang kepadaku dan menceritakan rencananya untuk membunuh seseorang. Aku tidak tahu siapa sebenarnya yang ingin dia bunuh. — KAMI pernah besar bersama di kota ini, sampai dia pindah entah ke kota…
Cerpen : Pemburu Babi oleh Arianto Adipurwanto
Kecepeh tengah duduk bersama suaminya di berugak ketika tiba-tiba mendengar suara nyanyian dari arah hutan. Berulang-ulang. Ia menelengkan kepala, persis seperti yang dilakukan induk ayam tatkala mendengar lengking elang. Kecuntil, suaminya, duduk…
Cerpen : Odong-Odong oleh Seno Gumira Ajidarma
Ratri tidak pernah mengira betapa semuanya akan berakhir di Negeri Kegelapan. Semua ini dimulai dengan keremangan, ketika odong-odong sudah kosong, dan tinggal dirinya sendiri yang belum diturunkan. Tukang odong-odong itu rupanya mengira…
Cerpen : Memindahkan Kota dan Seisinya oleh Eko Triono
Kukatakan padanya, apa pun syaratnya, sebagai ayah yang baik, maksudku yang ingin kelihatan baik, akan kuturuti. Aku berkata padanya dalam keadaan berlebihan; menekuk lutut seperti di hadapan seorang ratu yang lagi ngambek….
Cerpen : Alas Nangka Dayang oleh Angga T Sanjaya
Di suatu malam ketika suara gending mengiris sunyi dari kejauhan, Ronggo menarik tombak dari jagrak di dalam kamar. Menapaki besalen, ia asah ujung lancipnya. Suara gesekan mendesing mengisi udara, berebut tempat dengan…
Cerpen : Pedro dan Selembar Resep oleh Alexander Robert Nainggolan
Seperti apakah warna kesedihan? Barangkali memang ia serupa dengan angin yang tak bisa diwarnai dengan nyata dan terang, namun dapat dirasakan. Kesedihan adalah rasa yang bertalu dan tumbuh di sepanjang tubuh. Ia…