Mbak Narti berulang tahun yang ke-75, dan saya datang ke rumahnya. Setelah mencium pipinya kanan kiri, ia menyeret tangan saya. ”Sampeyan harus berkenalan dengan keponakan baru, Wani.” Kemudian Wani yang duduk di…
Cerpen : Penggali Sumur yang Ingin Pensiun oleh Selo Lamatapo
Dari daun jendela yang terbuka, aku melihat Om Banus berdiri sendirian di sumur. Kedua lengannya yang kekar menekan bibir sumur. Kepalanya ditundukkan seperti sedang melihat sesuatu dalam sumur yang memikat matanya. Dalam…
Cerpen : Tubagus Naim oleh Zaki Fahrizal
Tubagus Naim nama lengkapnya. Dia hidup berdua bersama ibunya. Ya Naim dan saya sudah berteman sejak kecil. Bermain layang-layang menjadi kegemaran kami berdua. Kesan layang-layang begitu membekas bagi kami. Apalagi jika musim…
Cerpen : Atavisme oleh Budi Darma
Beberapa tahun lalu ada berita, seorang mahasiswi Indonesia bertemu secara ajaib dengan mahasiswa asal Sudan di kampus SOAS, Universitas London. Waktu itu dia menunggu lift, akan naik ke lantai 5. Begitu lift…
Cerpen : Nona Penyimpan Rahasia dan Tokek Raksasa oleh Lamia Putri
Lelaki berkepala botak itu pernah mengatakan suatu rahasia padaku, bahwa perempuan yang tinggal di rumah petak seukuran pos polisi di ujung gang, hanya bisa disembuhkan dengan tokek raksasa. Ia tidak menceritakan lebih…
Cerpen : Imarai dan Bulir Cahaya oleh Yudhi Herwibowo
Ia berputar-putar di sekelilingnya bagai kunang-kunang. Menyala terang, lalu sesekali redup. Tapi karena tak yakin, ia pun tak mau terlalu memikirkannya. Sampai suatu hari, di hari ketiga ia keluar dari rumah sakit,…
Cerpen : Sepeninggal Penulis Cerita yang Menjadi Gila oleh Ken Hanggara
Aroma gudang ini sungguh terasa menyesakkan, bukan hanya karena seseorang pernah tinggal di sini dengan segala kekhasannya, tapi juga peristiwa hadirnya sosok itu. Kini, tak ada lagi jejak lelaki sinting itu di…
Cerpen : Kisah Cinta Perempuan Perias Mayat oleh Agus Noor
Enam laki-laki yang menyatakan cinta seketika menjauhinya begitu tahu ia perias mayat. Sepertinya kematian dan cinta bukan jodoh yang baik. Ada yang seketika pergi, dengan raut pucat, seakan melihat mayat. Ada yang…
Cerpen : Kombinasi Antara Sepucuk Pistol dan Sebuah Nasib Buru oleh Aris Rahman
1. MURSID mengambil sepucuk pistol yang tergeletak di bangku belakang angkotnya, menimbang-nimbangnya, menodongkannya di depan kaca spion dengan tampang menirukan seorang polisi yang kerap ia tonton di film yang rutin diputar televisi…
Cerpen : Berhaji oleh Khairul Umam
Matanya memerah. Terlihat jelas sembap itu mengabarkan luka menganga di hatinya. Dia layangkan pandangan ke arah yang entah. Lurus menukik pagar bambu di halaman dan pohon mahoni yang berjejer rapi di sepanjang…