Kehampaan dan kehilangan serta nelangsa tak tertanggungkan, meyakinkannya bahwa ia adalah laba-laba hijau yang terlilit jaringnya sendiri. Tewas setelah bercinta semalaman dengan betinanya. Pada baris pertama bait kedua, disuratkannya, ”Bukankah laba-laba hijau…
Cerpen : Agama Air oleh Setia Naka Andrian
Sebelum cahaya hari ini napasnya tersendat-sendat hingga sepenuhnya lenyap di sisi barat kepala jagat. Sebelum ada pertanyaan-pertanyaan keluar dari mulut para pelayat, “Ia meninggal karena apa? Apakah ia bisa hidup tanpa minum?…
Cerpen : Revolusi oleh Mardian Siagian
Profesor Asimov tidak beranjak dari ruang kerjanya. Tidak seperti biasa, kali ini ia berdiam di sana seharian. Tak ada monitor yang menyala—yang menghubungkannya pada kekacauan dunia atau secercah kabar ditemukannya peretas yang…
Cerpen : Hari-hari Terakhir oleh Wisnu Suryaning Adji
Saudara, biar kukatakan kalau aku melihatnya tiba-tiba berdiri di sana—di pojok ruang, dan kukira aku sudah mengunci pintu belakang rapat-rapat. Jadi, ia tidak datang lewat pintu belakang. Ah. Aku lupa kalau ia…
Cerpen : Setahun Sunyi Gamelan oleh S Prasetyo Utomo
Benarkah Ayah dan teman-temannya memainkan gamelan? Setahun sepeninggal Ibu, Ayah memilih hidup dalam sunyi. Gamelan dikerudung kain merah, berlapis debu. “Biar aku merenungi semua kebaikan ibumu,” kata Ayah. “Sejak nikah, aku terlalu…
Cerpen : Dilarang Makan Babi oleh Wika G Wulandari
Tapi Mama, meski sempat mengungsi ke rumah sanak keluarga satu hari setelah kejadian, tetap kembali ke rumah asal. Menetap di sana. Seorang diri. Menua, melihat anaknya satu per satu merantau membawa trauma….
Cerpen : Ramin Tak Kunjung Pulang oleh Lina PW
Ramin berhenti, menoleh ke belakang, tergesa menarik napas. ”Kalau saja aku tidak nekat ke sini,” rutuknya dalam hati. Ia bergegas menerobos belukar. Dari jauh terdengar deru langkah-langkah memburu.”Sial… sial… sial…!” Ramin mendesis, kemejanya…
Cerpen : Adipati Sukma Pergi ke Surga oleh Eko Setyawan
Aku tak tahu apa yang harus kuperbuat. Sebab ketakutan telah menjalar ke diriku. Bau anyir darah yang menusuk hidung, mayat-mayat yang bergelimpangan, juga mesiu yang berserakan di tanah. Semuanya serupa kiamat. Tak…
Cerpen : Kilometer 74 oleh Haryo Pamungkas
Aku bisa melihat bunga-bunga yang ditabur sepanjang Kilometer 74 ini …. Seminggu sebelumnya, salah satu bus yang mengantar turis oleng, kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan, terjun ke jurang bersama seluruh muatannya….
Cerpen : Suatu Malam, Ketika Puisi Tak Mampu Ia Tulis Lagi oleh Sandi Firly
Ketika Chairil tiba di bar itu menjelang tengah malam, Sapardi duduk di kursi dengan sebuah buku puisi tipis di tangan. Di depannya dua kursi kosong, dan sebuah meja kecil dengan sebotol minuman…