Gerimis. Adzan Isya lima menit yang lalu. Sepi. Suara jengkrik, cihcir, gaang, caricangkas, dan binatang malam lainnya. Semakin sepi. Tidak ada suara-suara manusia. Saya duduk di kursi balkon loteng. Lampu-lampu kecil berkelap-kelip…
Cerpen : Menikah dengan Terop oleh Tjak S Parlan
Setelah bartahun-tahun tidak saling berkabar, mereka bertemu di sebuah kafe. Sujar menikmati segelas cold brew— jenis yang dibanggakan Bari sebagai menu favorit di kafe yang dikelolanya itu. “Kamu masih ingat apa yang…
Cerpen : Penguburan Tersunyi oleh AK Basuki
Ibu kembali dari penebusan dosa ketika genderang takdir telah berderang mengabarkan tentang bagaimana kelak cara kematiannya. Sikapnya masih setabah dahulu, saat meninggalkan aku dan kakakku untuk kali kedua, tapi penyesalan dan rasa…
Cerpen : Di Ruang Bercat Putih Tiga Perempuan Berbaju Putih Berhati Tak Putih oleh Nevatuhella
Aku memasuki ruang bercat putih, dengan tumpukan map di tiap meja. Tiga orang pekerja melengkapi. Dua sudah berusia diatas lima puluh tahun, bahkan sudah enam puluh bisa ditaksir. Duduk sederet, menghadap pintu…
Cerpen : Misteri tentang Kasri oleh Naryati
Agaknya kebenaran mitos bahwa Kasri bersekutu dengan setan memang benar. Seluruh warga desa ini, termasuk aku, selalu mencurigainya dalam berbagai kesempatan. Bagaimana tidak, janda tua penyendiri itu punya gelagat aneh yang sulit…
Cerpen : Dua Belas Jam di Hari Sabtu oleh Novka Kuaranita
Saya bergeser ke meja dapur dengan kaki diseret. Tangan saya sempat menyambar segumpal bawang putih dalam keranjang, tapi lantas saya letakkan lagi cepat-cepat. Kesadaran saya masih belum penuh, jadi apa-apa saya kerjakan…
Cerpen : Penunggu Tungku oleh Arianto Adipurwanto
Orong baru keluar dari rumah dan pandangannya secara tidak sengaja langsung menengok ke arah kanan, tempat tungku dari tiga batu lonjong berada. Seekor anjing tengah meringkuk di bibir tungku, bulu-bulunya penuh abu….
Cerpen : Sastra Setengah Cerita oleh Andre Syahreza
Sebaiknya kuberi nama dia Sastra. Sebuah kisah tanpa metafora dan tanpa koma. Ada wajah yang tak perlu dikenang. Ada cerita yang tak mesti dikarang. Karena malam sudah terlalu hitam. Sampai kita lupa…
Cerpen : Sebotol Sampanye oleh Fitri Manalu
Sejak aku menjadi milik lelakiku, setiap detik dalam hidupku hanyalah tentang dirinya. Kami seakan sudah ditakdirkan bersama. Aku selalu mengamatinya saat ia terjaga di pagi hari, pulang ke rumah pada sore hari,…