Saat Dinda memutuskan sudah saatnya untuk ia menikah, syarat dari Mama hanya satu; wali nikahnya haruslah Daim. Bagi Mama, Daim dilangkahi adiknya dalam urusan jodoh merupakan satu yang haram. Walau Daim sudah…
Cerpen : Buaya Pucat yang Dinikahkah Kesepian oleh Jaka HB
Bukan karena ibu lebih tua maka dimajukan satu langkah dan dinaikkan satu ranting. Tapi cinta ibu yang menginginkan anaknya tetap dekat memang seringkali rumit. Ada penderitaan di balik kepuasan kasih sayang ibu…
Cerpen : LOP oleh Putu Wijaya
1. Seorang mantan bromocorah meninggal sebagai orang pintar. Desa Sepi yang biasa tenang itu mendadak jadi hiruk-pikuk dikerubuti mereka yang ingin memberi penghormatan terakhir. Nama Bolong memang telah melambung menembus mancanegara sebagai…
Cerpen : Wasiat Ibu oleh Sam Edy Yuswanto
Berkat petunjuk Leni, akhirnya Tia berhasil menemukan alamat rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal Nurma. Ah, bukan. Lebih tepatnya, tempat Nurma mengasingkan diri dari keluarga dan orang-orang yang selama ini dikenalnya….
Cerpen : Bahtera Nuh oleh Kiki Sulistyo
Tak ada kesimpulan lain bagi Ayikaka; Bapaknya pasti sudah gila. Di atas tanah warisan leluhur mereka yang demikian luas, Bapak berencana membangun sebuah rumah. Hanya sebuah. Padahal jika seperempat saja dari luas…
Cerpen : Rokat Kandung Kembar oleh Muna Masyari
Untuk apa lagi kau pandangi sembilan biji nangka di tadah cangkir itu? Seharusnya sudah kau buang ketika baru berjumlah empat biji, tanpa perlu ditambahi tiap bulan purnama demi menghitung usia janin yang…
Cerpen : Bayangan Kematian oleh Abul Muamar
Suatu malam entah kapan, aku berjalan di sebuah jalan yang sepi, berbelok. Lalu berjalan lagi sekitar dua sampai tiga detik, menempuh tiga sampai lima meter, yang tak bisa kuingat pasti, sebelum sebuah…
Cerpen : Celurit di Atas Kuburan oleh Zainul Muttaqin
Setiap malam Jumat, setelah azan magrib berkumandang, Brodin langsung mengambil sebilah celurit yang digantung sungsang pada paku payung berkarat di balik pintu. Laki-laki berkulit gelap itu memandikan celuritnya dengan rendaman air bunga…
Cerpen : Dalam Perjalanan oleh Marliana Kuswanti
Memasuki tol, telepon genggamku yang baru kunyalakan kembali berdenting. Sebuah pesan, Ibu. Nin, jangan pernah mendendam pada siapa pun. Kamu boleh kecewa, tetapi tidak mendendam. Tahu bedanya kecewa dengan dendam? Kecewa adalah…
Cerpen : Perempuan Lukisan Nanga oleh Bagus Dwi Hananto
Kyoto di musim semi adalah sakura mekar sepekan lamanya. Mulai dari akhir Maret hingga awal April. Sakura yang dicintai pendeta Saigyo dan orang-orang Kyoto yang amat santun pada ketenangan musim semi. Seorang…