MEREKA kembali berada di meja yang sama, dan tengah saling bertukar minuman yang mereka pesan. Milo dingin milik perempuan itu terasa segar, sedangkan capuccino panas miliknya tak seenak yang ia bayangkan. Perempuan itu tersenyum, menawarinya…
Cerpen : Jendela dan Sore yang Gerimis oleh Wendoko
“JAUH DI KEDALAMAN, air laut sebiru kelopak cornflower yang paling indah dan sejernih kaca kristal. Tapi laut itu juga sangat dalam. Lebih dalam daripada yang dapat dijangkau tali jangkar mana pun, dan banyak, banyak…
Cerpen : Stroberi dalam Pot oleh Amalia Achmad
MARYANTO sempat pulang ke rumah orangtuanya, sebelum ia menjadi Miriam. Kira-kira tujuh tahun lalu. Ibunya masih secantik terakhir kali ia melihatnya. Ayahnya masih segagah yang bisa diingatnya. Kebun stroberi pada sebidang tanah di…
Cerpen : Kenakalan Remaja Manusia oleh Eliza Vitri Handayani
BAYANGAN gempal dari depan jatuh pada buku tulisku. Aku ketahuan! “Coba lihat buku catatan kamu!” kata Pak Firdaus. Kucengkeram buku itu erat-erat, sampai ia harus mencukilnya dari jemariku. Pak Firdaus tidak peduli akan…
Cerpen : Kemurkaan Pemuda E oleh Dea Anugrah
PEMUDA E mencengkeram tutup stoples acar dengan jari-jari tangan kanan dan mencekal bagian bawahnya dengan telapak tangan yang lain. Lalu dengan satu gerakan memutar yang kuat dan tiba-tiba, ia memisahkan keduanya. Stoples dan…
Cerpen : “There’s No Terra Incognita” oleh Mona Sylviana
SELAMAT malam, Mas. Surat pengantar ini mungkin tidak seperti yang biasa Mas terima maupun yang saya buat kalau mengirimkan cerita pendek. Saya merasa harus sedikit menjelaskan mengenai cerita pendek yang saya sertakan dalam…
Cerpen : Setan Murat oleh Ayu Utami
TAK lama setelah tiba di kota itu, ia mendengar tentang Setan Murat. Ia baru tamat SMA, berniat cari kerja, dan numpang di kota kerabatnya. Pada satu malam Jumat para penghuni pondokan itu bercerita…
Cerpen : Baluembidi oleh Putra Hidayatullah
KETIKA bayangan meninggi di tanah, kami masih berjalan sambil menendang-nendang kerikil. Dek Gam merangkul sepotong bambu kering sebesar ibu jari. Celana pendeknya melorot ke bawah, membuat belahan pantatnya kelihatan. Matanya nyaris tak berkedip….
Cerpen : Ibrahim dari Barus oleh Raudal Tanjung Banua
ORANG mungkin hanya mengenal Hamzah dari Fansur, kota yang pernah masyhur di Dunia Timur. Kota itu kini merana dengan nama yang lampus: Barus. Tapi tidak. Barus tak mungkin hilang dari ingatan sebagai tempat…
Cerpen : Pembunuhan Karakter oleh Julio Cortazar
DIA mulai membaca novel itu beberapa hari sebelumnya. Dia meninggalkan novel itu sejenak karena ada beberapa rapat bisnis penting, lalu membukanya lagi saat naik kereta api di jalan pulang menuju tanah kediamannya. Dia…