KAMI pertama kali bertemu di suatu sore di suatu kedai. Aku dan Rasya. Seharusnya aku menemui pamanku, tapi justru bertemu dengan gadis ini, yang matanya cemerlang seperti kejora. Aku mencium Rasya tidak lama…
Cerpen : Cara Bodoh Mengolok-olok Quentin Tarantino oleh Triyanto Triwikromo
Naskah Konyol dari Rue Didot APAKAH kau pernah melihat sutradara film Quentin Tarantino dipermainkan habis-habisan oleh penulis tidak terkenal dari Paris? Jika belum, kau wajib membaca kisah-kisah yang kuterjemahkan dari naskah yang diberikan…
Cerpen : Keluar oleh Yetti A.KA
NICELI keluar rumah pukul delapan pagi. Ia masih ingat bunyi mangkuk jatuh. Itu mangkuk kesayangannya. Mangkuk yang tidak boleh pecah. Tapi semua sudah terjadi. Pecahan-pecahan mangkuk itu bahkan masih berserakan di lantai saat…
Cerpen : Bagaimana Nasrul Marhaban Mati dan Dikenang oleh Ben Sohib
MEMANG betul seperti ini kejadiannya. Hampir tujuh tahun yang lalu, dari balkon sempit rumahnya di Kampung Melayu Pulo, Nasrul Marhaban terjun ke air sedalam dua meter lebih, lalu terseret arus ke sungai. Ia…
Cerpen : Magadir oleh Anton Kurnia
OH, Cinta, jiwaku musnah dihangus api yang kausulut di dalam diri. Semula kukira aku sudah mengenal api. Ternyata aku hanya tahu hangatnya lampu. Api yang ini berkobar tak terkendali. Tubuhku dibakar bara…
Cerpen : Telur oleh A. Muttaqin
BEGINI awal yang kutahu: aku lahir—mungkin yang tepat bukan lahir, tapi merucut—sebagai telur, dan bukan berwujud bayi ayam. Ayam yang melahirkan aku adalah babon blorok, bekisar ayam bangkok dan ayam kate sekaligus. Artinya, ibuku adalah…
Cerpen :” Penghuni Swan Yard oleh Rilda A.Oe. Taneko
Welcome to our house! It isn’t usually as messy as today. It’s worse! KALIMAT itu tertera pada lempengan kayu cemara yang digantung di dinding dekat pintu utama rumah, bersebelahan dengan sebuah salib kayu….
Cerpen : Kacamata oleh Noor H. Dee
SEPULANG bekerja, lelaki itu menunggu kereta di stasiun yang sepi. Seorang bocah, mungkin berusia 10 tahun, menghampiri lelaki itu dan menawarkan kacamata kepadanya. Kacamatanya, Tuan, kata bocah itu. Harganya lima belas ribu. Mata…
Cerpen : Sebuah Cerita Sedih, Gempa Waktu, dan Omong Kosong yang Harus Ada oleh Dea Anugrah
“HALO, di mana?” Kau menerima panggilan di ponselmu dan memulai percakapan dengan suara berat. Sangat berat. “Heh, kalau kuusir dari rumah, tanggung sendiri risikonya!” “Ya, di mana? Kamu sekarang di mana?” Barangkali…
Cerpen : Keringat oleh Jorge Amado
MEREKA menuruni tangga bersamaan. Ketika mereka sampai di pintu keluar, orang asing itu mencoba mengajaknya bercakap-cakap. Ruap napasnya yang panas menyapu wajah si wiraniaga. Malam ini udara terasa gerah dan lembap, tak ada…