GURUKU mendongak ke langit. Katanya, gumpalan cahaya itu seperti bilah api di sumbu lilin. Warnanya kebiruan, agak gelap di tepi, dan dikerubuti serabut-serabut kuning atau jingga. Jika diamati, serabut-serabut itu seperti bergerak—merambat, menyebar,…
Cerpen : Kejadian-kejadian pada Layar oleh Ardy Kresna Crenata
SEBUAH layar. Sebuah biru yang dominan. Di sudut kanan agak ke bawah, sesosok lelaki. Ada benda-benda serupa burung lamat beterbangan dari kanan tengah ke kiri atas, dari sebentuk rimbun pohon dengan daun-daun gemuk…
Cerpen : Keledai oleh Dedy Tri Riyadi
LELAKI tua itu memandang ke arah jalan yang ramai di luar jendela. Di jalanan, entah karena apa, banyak sekali orang seperti sedang menunggu sesuatu yang akan lewat. Mungkin karnaval atau seorang pembesar akan…
Cerpen : Maharet oleh Dinar Rahayu
DI KAWASAN awan Kerberus, Ganesha tersungkur. Bentuknya yang seperti donat raksasa itu seolah tercabik-cabik tangan raksasa hanya untuk kepuasan belaka. Ia benar-benar seperti Dewa Ganesha yang berkorban untuk secarik tulisan ilmu pengetahuan. Menurut…
Cerpen : Putin oleh Thelma Wibikusuma
IA naik beruang. Begitulah ia ketika pertama kali kulihat. Di sebuah foto. Di internet. Ya, sampai kini aku tak dapat mengetahui apakah ia benar-benar naik beruang atau tidak. Waktu itu aku belum mengenalnya….
Cerpen : Catatan Musim Buah oleh Yetti AKA
WAKTU itu, ya, katakanlah memang demikian kebenarannya, seekor ular kecil yang memiliki sayap mirip ranting di punggungnya telah melompat dari lubang pada plafon, lantas cepat sekali menyusup dalam kepalaku. Ular itu tentu…
Cerpen : Gangga Sri oleh Gus tf Sakai
DARTO berontak, berusaha berteriak. Tetapi tenaganya bagai tak ada dan suaranya bagai tertahan di tenggorokan. Sepasang mata merah. Embus napas dingin. Saat jemari lentik itu semakin kuat mencekik, Darto tak lagi tahan. Tubuhnya…
Cerpen : Serimpi Sangopati oleh Karisma Fahmi Y.
RARA Ireng menatap sekali lagi merah cermai yang lekat di bibirnya. Dipatutnya bayangan pada cermin lonjong di depannya. Sebelumnya ia tak pernah membayangkan tubuh dan rupanya akan sesempurna itu. Ia nyaris tak percaya…
Cerpen : Kantor oleh Ni Komang Ariani
APAKAH sebuah pekerjaan bisa membunuhmu? Kantor adalah tempat yang aku datangi setiap hari namun tempat itu seperti menelanku bulat-bulat. Menghancurkan aku pelan-pelan dan sekarang aku telah menjadi pecahan-pecahan kecil yang berhamburan. Ini…
Cerpen : Enam Cerita oleh Agus Noor
SENJA DI MATA YANG BUTA BILA ada yang menceritakan padamu senja terindah yang pernah dilihatnya, dengan langit yang selalu kemerahan, dia pasti belum datang ke tempat kami. Senja terindah hanya ada di sini….