Dari balik jendela, Ruminah melihat puluhan orang memenuhi jalanan, berteriak-teriak dengan wajah penuh amarah. Beberapa menyulut api pada tumpukan ban bekas yang berserakan, serapah dan ancaman bergema di udara. Di kejauhan, api…
Cerpen : Indekos Terakhir oleh Udiarti
AKU bangun di antara aroma anyir yang keluar dari seluruh lubang di tubuhku. Sepasang mataku menegang, membelalak dengan saraf-saraf halus berwarna ungu kebiruan. Di pantatku, ada basah yang berserat, kuning becek merembes…
Cerpen : Tupai Lihai Panjat Kelapa oleh Saiful Asyhad
ADA seekor tupai kecil dan lincah bernama Tipo sedang bermain di sebuah kebun daerah Kalimantan. Tipo si tupai lihai terkenal di antara hewan-hewan karena pandai memanjat pohon. Ia bisa memanjat pohon yang…
Cerpen : Sesuatu dari Hutan Pengkok oleh Vera Safitri
DI dalam hutan Pengkok, saat sebuah air mata kemarahan jatuh ke tanah, terjadi sesuatu yang misterius. Tanah yang basah oleh tetesan itu akan menggeliat pelan, dan dari retakannya muncul tunas. Perlahan, tunas…
Cerpen : Seharusnya Ibu Tidak Menangis dan Bapak Tidak Hilang oleh Beddy
AKU terbangun dan tubuhku sudah 25 tahun. Waktu begitu jauh melompat dan aku seperti sebuah benda di atas trampolin. Aku merasa baru kemarin melihat Ibu menyeka air mata sembari memandang wajah seseorang…
Cerpen : Gwangju 1980 oleh Arie Fajar Rofian
Langit pada hari yang tak terlupakan itu merekah. Cahaya merah semburat dari ufuk timur, seolah darah terburai dari luka yang baru saja terbuka. Sungai di Gwangju mengalir lambat, mengendap di antara gedung-gedung…
Cerpen : Lomba Mengantre oleh May Wagiman
DALAM perjalanan pulang dari sekolah, Sava dan ayah singgah di sebuah minimarket yang tidak jauh dari rumah untuk membeli pesanan ibu. “Boleh beli cokelat ini, Yah?” tanya Sava ketika mereka sudah berada…
Cerpen : Rumah Karunia oleh Warih Wisatsana
SUDAH lama ia menduga batuk yang berulang menderanya bukanlah penyakit biasa. Sejenis virus langka diam-diam menyelinap ke saluran pernapasan dan membuat tenggorokannya serasa disayat nyeri berkali. “Radang sialan,” demikian sungutnya. Demam yang…
Cerpen : Tak Lama Matahari Singgah di Sini oleh Fileski Walidha Tanjung
Langit tampak kemerah-merahan, sangat indah sekali. Hanya beberapa jam saja penduduk di sini bisa melihat matahari. Sekitar 4 jam, selebihnya adalah malam. Matahari tak begitu panas, karena teriknya hanya lewat saja, dari…
Cerpen : Pakel dan Ucapan Ibunya yang Diceritakan Mak Goroh oleh Juli Prasetya
MAYAT itu sudah kaku saat ditemukan. Patut diduga tidak ada satu pun orang yang mengawal kematiannya. Pakel mati sendirian, meskipun sebenarnya ia masih memiliki anak dan istri. Tapi siapa pula yang tahan…