BILAL dan Daniel adalah teman sebaya. Mereka tinggal di daerah Gubeng, Surabaya, Jawa Timur. Rumah mereka saling berhadapan. Meskipun berbeda sekolah, mereka selalu bermain bersama setelah pulang sekolah. Selain itu, mereka juga…
Cerpen : Mrs. Richard oleh Mutiara Aryani
“KAMU jangan lama pulangnya. Aku kesepian,” kataku padanya. Sembilan hari merantau ke New York dan tinggal di Brooklyn ini, aku belum punya teman untuk mengobrol. Tetangga pun tak ada yang bisa kuajak…
Cerpen : Belajar Membaca Desa oleh A. Djoyo Mulyono
Sudah tiga kali Sudung menutup telinganya dengan bantal, tapi ocehan ibunya masih saja memekakkan telinganya yang tebal. Barangkali uangnya yang selalu raib dibelanjakan buku-buku yang telah menumpuk di kamarnya yang busuk. Tapi…
Cerpen : Kursi Sofa Tuan Bokalince oleh Ilham Wahyudi
SEPULUH tahun yang lalu, Tuan Bokalince memesan kursi sofa berwarna cokelat di sebuah toko furnitur paling klasik di pusat kota. Tak banyak orang kaya yang sanggup memesan kursi sofa serupa model kursi…
Cerpen : Kutilang Jadi Polisi Hutan oleh Saiful Asyhad
DI sebuah hutan yang indah dan rimbun, tinggallah seekor burung kutilang bernama Duti. Duti adalah burung yang pintar, rajin, dan sangat peduli pada seluruh penghuni hutan. Setiap hari, ia berkeliling hutan, memastikan…
Cerpen : Komando Malam Itu oleh Ahmadul Faqih Mahfudz
“KEADILAN mungkin tidak selalu kau temukan dalam sepak bola. Namun, dalam sepak bola bisa kau lihat bagaimana keadilan dijunjung ke dalam lapangan atau justru ditendang ke luar lapangan.” Ucapan Dayat membiusku. Meski…
Cerpen : Sebab, Neraka Terlalu Lama
Orang yang takut dosa-dosa kecil mengkhawatirkan dirinya tak beruntung. Menjadikan lampu merah sebagai tanda orang yang beruntung atau tidak. Menjadikan hal-hal kecil lainnya sebagai beruntung atau tidak. MENJADIKAN hal-hal yang lepas darinya…
Cerpen : A Midi ou A Minuit oleh Gusti Aditya
IA masih merokok di jendela yang menghadap balkon. Posisinya menyamping, kakinya jenjang tak memakai celana. Atasannya hanya memakai baju tidur yang menutupi tubuh indahnya. Putingnya yang mengeras nampak begitu kokoh terlihat dari…
Cerpen : Konser Boru Naritik oleh Yessy Sinubulan
Meski dicemberuti sebagian besar ibu-ibu, Boru Naritik yang memakai baju merah ketat tetap meliuk-liuk di atas panggung, mirip selang cuci darah. Mak Gabe sedang menyogok perawat dengan lima bungkus besar kopi ketika…
Cerpen : Penebusan oleh Arie Fajar Rofian
MALAM di Kota Tokyo kerap menyimpan rahasia kecil di balik gemerlap lampu neon dan kesibukan yang tiada habisnya. Dengan langkah yang hati-hati, beriring sedikit keraguan, Kenji melangkah ke sebuah tempat yang tidak…