DI sebuah hutan yang rindang, hiduplah seekor kelinci kecil bernama Bulan. Bulunya yang putih bersih membuatnya terlihat sangat cantik. Bulan sangat suka bermain dengan teman-temannya seperti Ceria si tupai dan Bijaksana si…
Cerpen : Konser Boru Naritik oleh Yessy Sinubulan
MESKI dicemberuti sebagian besar ibu-ibu, Boru Naritik yang memakai baju merah ketat tetap meliuk-liuk di atas panggung, mirip selang cuci darah. Mak Gabe sedang menyogok perawat dengan lima bungkus besar kopi ketika…
Cerpen : Copet yang Dituduh Hendak Membunuh Presiden oleh Dewanto Amin Sadono
Bapaknya telah lama bertabah-tabah demi Gendon dan dua kakaknya bisa sekolah walaupun tak ada yang sampai kuliah. Harapan diterima di perguruan tinggi negeri pun, anak-anaknya tak ada yang bisa memenuhi. Demi laju…
Cerpen : Mengapa Nasi Mak Tumi Basi? oleh Kartika Catur Pelita
WARUNG makan Mak Tumi jauh berdiri sebelum pabrik konfeksi milik orang Korea itu dibangun. Warung makan Mak Tumi beratap rumbia, berdinding bambu. Menu makanan yang dijual masakan rumahan: sayur asem, sup, lodeh,…
Cerpen : Menonton Wayang oleh Gde Aryantha Soethama
Seorang lelaki punya pengalaman sangat berkesan ketika menonton pergelaran wayang kulit. Waktu itu, awal 1960-an, ia masih di sekolah dasar. Dari tempat tinggalnya di kota K, ia acap pulang kampung, sebuah dusun…
Cerpen : Setelah Paskah oleh Jemmy Piran
DALAM perjalanan pulang selepas merayakan Paskah di Jerusalem, seusai mendirikan tenda dari kulit kibas di bawah pohon ek, Yosef bergidik ngeri membayangkan sorot mata Yeshua. Seperti penyihir, pikirnya, tetapi cepat-cepat ia mengenyahkannya….
Cerpen : Menonton Wayang oleh Gde Aryantha Soethama
SEORANG lelaki punya pengalaman sangat berkesan ketika menonton pergelaran wayang kulit. Waktu itu, awal 1960-an, ia masih di sekolah dasar. Dari tempat tinggalnya di kota K, ia acap pulang kampung, sebuah dusun…
Cerpen : Keluarga Kromo oleh Ranang Aji SP
Kromo tak pernah suka politik. Setelah membaca judul berita tentang kekacauan dalam sebuah aksi politik, dia segera meletakkan koran dan kacamatanya di atas meja, seolah ingin menjauh dari sebuah ancaman. LANTAS, dalam…
Cerpen : Merenda Waktu oleh Nuryana Asmaudi SA
Hampir senja. Perempuan lingsir itu sebentar lagi akan meninggalkan kebun, masuk ke dalam rumahnya. Setelah magrib biasanya dia tak keluar lagi, tenggelam dalam lautan malam: sembahyang, mengaji atau kegiatan lainnya sampai tertidur…
Cerpen : Nia dan Mulut Manis Suaminya oleh Herumawan P A
Nia masih mau menerima kondisi Deni yang melarat akibat judi online. ”Terima kasih, istriku. Sudah memberikan kesempatan kedua. Aku janji akan berubah demi kamu dan anak dalam kandunganmu.” Nia mengangguk senang. Kesabarannya menasehati…